by

Densus 88 Menangkap Tiga Terduga Teroris di Klaten

Inionline.id – Tiga orang warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah diamankan Detaseman Khusus (Densus) 88 Antiteror kemarin. Belum diketahui keterkaitan tiga orang ini dengan jaringan atau aksi terorisme yang mana.

Penangkapan dilakukan di Desa Bono, Kecamatan Tulung, Klaten kemarin, Jumat (2/4).

Kepala Desa Bono, Bakdiono mengatakan selain penangkapan petugas juga menggeledah rumah terduga teroris.

“Kemarin pagi subuh ada penangkapan (terduga) teroris. Kemudian sorenya ada penggeledahan dari kepolisian, dari Densus, polres, ada kodim juga,” kata Bakdiono, di Klaten, Sabtu (3/4).

Warga yang diamankan berinisial S (51 tahun). Meski berdomisili dan tinggal di desa tersebut, S sempat lama tak kelihatan. Namun dalam beberapa waktu terakhir, S kembali terlihat sejak ayahnya meninggal.

Tak ada aktivitas S yang mencurigakan warga selama ini. S bahkan dekat dengan warga.

“Dia memasyarakat, kan memang orang situ. Bahkan selama pergi, KK-nya tetap beralamat di sini. Kami dari pemerintah maupun warga tidak curiga kalau ternyata dia jadi terduga,” katanya lagi.

Bakdiono mengatakan S merupakan seorang pendakwah dari masjid ke masjid yang ada di sekitar Desa Bono. Bahkan, bersama istrinya, S juga mendirikan Yayasan Rumah Tahfizqhul Quran (RTQ).

Dari hasil penggeledahan kepolisian membawa sejumlah barang bukti dari rumah S.

“Saya kebetulan tidak ikut masuk, yang masuk mewakili pemerintah desa sekretaris saya. Kan untuk kebutuhan mewakili penandatanganan berita acara,” kata Bakdiono.

Antara menulis, penangkapan di Kabupaten Klaten dilakukan kepada tiga terduga teroris. Selain S yang beralamat di Dukuh Gading Wetan, penangkapan juga dilakukan kepada SH (41) warga Desa Cetan, Kecamatan Ceper, dan MR (49) warga Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan.

Kapolres Klaten Ajun Komisaris Besar Edy Suranta Sitepu membenarkan adanya penangkapan terhadap tiga orang warga terduga teroris di Klaten.

“Iya, kemarin ada penangkapan dan penggeledahan di tiga tempat di Klaten,” kata Edy Suranta.