Usai Klaim Sebagai Aktivis Kristen, Perempuan Bakar Al Quran di Swedia

Internasional757 views

Inionline.id – Usai mengklaim sebagai aktivis Kristen, seorang perempuan dilaporkan membakar Al Quran di Swedia.

Media Turki, A Haber, melaporkan aksi pembakaran kitab suci umat Islam itu terjadi pada Jumat (26/4) di ibu kota Swedia, Stockholm.

Video yang diunggah A Haber memperlihatkan perempuan yang diidentifikasi sebagai Jade Sandberg (48) membakar Al Quran sambil mengayunkan salib dan berteriak “Islam keluar dari Swedia!”.

Aksi Sandberg tampaknya telah diberi izin oleh otoritas setempat lantaran aparat kepolisian terlihat berada di lokasi namun tak berusaha menghentikannya.

Saat menelusuri media sosialnya, Sandberg terlihat mengunggah rekaman dan foto aksinya di akun X. Dalam akun X-nya, dia mengaku sebagai seorang pendeta, pengusir setan, demonologis, sekaligus “aktivis dan tentara salib melawan agama setan Islam.”

Dari unggahannya, terlihat bahwa pembakaran Al Quran kali ini merupakan yang kedua kalinya dia lakukan di tahun ini.

Aksi pembakaran Al Quran semacam ini mulai merebak di Swedia, terutama sejak 2023. Aksi ini diprakarsai politikus sayap kanan Denmark, Rasmus Paludan, yang juga berkewarganegaraan Swedia.

Pada Januari 2023, Paludan membakar kitab suci Muslim di depan kedutaan besar Turki di Swedia.

Pemerintah Swedia telah mengecam aksi penodaan kitab suci tersebut. Namun, pemerintah tak melarang protes semacam itu lantaran menilainya sebagai kebebasan berekspresi sesuai yang diatur undang-undang Swedia.

Dikutip RT, orang yang hendak menggelar protes seperti ini pun harus terlebih dulu mendapat izin dari kepolisian. Polisi hanya bisa menolak izin jika menyangkut alasan keamanan.

Negara-negara mayoritas Islam sejauh ini terus mengecam dan memprotes aksi penistaan Al Quran semacam itu. Turki bahkan sampai berniat memblokir aksesi NATO Swedia jika negara itu masih membiarkan aksi tersebut.

Kendati begitu, niat tersebut batal karena pada akhirnya Turki menerima aksesi NATO Swedia pada Januari lalu.

Tahun lalu, Stockholm sempat berencana mengubah Undang-Undang Ketertiban Umum untuk mencegah insiden pembakaran Al Quran terjadi lagi di masa depan. Parlemen Swedia diharapkan bisa menyelesaikan tinjauan mereka terkait RUU ini awal musim panas.