Saat Serangan Iran Warga Israel Beli Air dan Berlindung di Bunker

Internasional1157 views

Inionline.id – Pada Minggu (14/4), penduduk Yerusalem menimbun persediaan air dan mencari perlidungan di bunker ketika Iran melancarkan serangan drone dan rudal terhadap Israel.

“Seperti yang Anda lihat, tempat itu kosong, semua orang berlarian pulang,” ujar Eliyahu Barakat, pemilik toko kelontong di lingkungan Mamilla, Yerusalem.

Ia mengatakan banyak orang mengunjungi tokonya untuk membeli perbekalan dari air, makanan, semuanya.

Barakat menyebut tokonya biasa tutup jam satu, namun kini tokonya bakal tetap buka.

Berkumpul dengan keluarga

Seorang dokter gigi, Michael Uzan mengatakan keluarganya berkumpul di rumah mertuanya untuk berkumpul.

Mereka mengikuti instruksi pemerintah, membeli makanan yang tidak mudah rusak dan siap menuju ke bunker gedung apartemen.

Ia memperkirakan kehidupan sehari-hari bakal terganggu dalam beberapa hari mendatang.

“Tidak ada pekerjaan besok. Bahkan rapat, semuanya dibatalkan. Untuk anak-anak, sekolah diliburkan. Saya punya seorang putri yang seharusnya mengikuti ujian penting besok, tapi semuanya dibatalkan,” jelas Uzan kepada AFP.

Beli air

Penduduk Israel Utara juga bersiap menghadapi serangan.

“Saya sangat takut dengan perang, ini serius,” kata Summer Khalil (52) dari desa Majd al-Krum di Galilea, kepada AFP.

Khalil mengaku tak tahu harus berbuat apa apabila dirinya mendengar sirene. Ia mengaku berada di dekat perbatasan Lebanon.

“Saya membeli 30 botol air, itu hampir merupakan botol terakhir. Tidak ada susu di toko,” ungkap dia.

Pemerintah beri peringatan

Seorang pejabat militer Israel mengatakan Iran telah meluncurkan lebih dari 100 drone penyerang ke arah Israel dan mengatakan lebih banyak lagi yang akan menyusul.

Juru bicara militer Daniel Hagari memperingatkan masyarakat agar bersiap mencari perlindungan.

“Saya ingatkan Anda, dari mana pun ancaman diluncurkan, ketika alarm berbunyi Anda harus masuk ke tempat penampungan dan menunggu di sana setidaknya 10 menit,” ujar Hagari.