Saat Mudik Lebaran 2024 Mendatang BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem

Iptek957 views

Inionline.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem bakal landa sejumlah wilayah Indonesia pada momen mudik Lebaran 2024 selama libur Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah.

Saat ini Indonesia sedang memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau. Ciri utamanya adalah panas terik di siang hari dan mulai hujan di sore hingga malam.

“Kami mengimbau kepada seluruh pemudik, penyedia jasa transportasi, dan operator transportasi untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem selama arus mudik. Dinamika atmosfer di Indonesia sangat dinamis, sehingga bisa tiba-tiba berubah,” ujar Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG, dalam siaran persnya, Senin (25/3).

Ia memaparkan secara umum kondisi cuaca selama pekan mudik dibagi dalam tiga fase periodik.

Pertama, periode sepekan sebelum Lebaran yakni pada 3–9 April. Pada periode ini BMKG memprediksi wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dalam kategori ringan hingga sedang.

Kedua, periode sepekan saat Lebaran 2024, yaitu pada tanggal 10–16 April 2024 yang diprediksi kondisi cuaca di Indonesia secara umum cerah hingga cerah berawan.

Ketiga, periode sepekan setelah Lebaran pada tanggal 17-23, BMKG memprediksi Indonesia bagian utara dan tengah berpotensi mengalami hujan dengan kategori ringan hingga sedang.

Selain itu, ia mewaspadai potensi tumbuhnya bibit siklon tropis ataupun siklon tropis yang terjadi di Samudra Hindia, di perairan selatan Indonesia.

“BMKG bersama BRIN, BNPB, dan TNI AU menyiapkan opsi untuk melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Semua dalam posisi stand by. BMKG juga membuka posko pelayanan selama pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran,” terangnya.

Dwikorita pun meminta para pemudik untuk secara aktif melihat informasi dan kondisi cuaca terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan.

Jika kondisi cuaca sedang buruk, dia meminta untuk menunda perjalanan dan tidak memaksakan diri, terutama bagi pemudik yang menggunakan moda transportasi laut.

“Lebih baik menunggu sampai kondisi cuaca kembali normal karena sangat membahayakan perjalanan. Pantau terus perkembangan info cuaca dan peringatan dini cuaca, gelombang tinggi, pasang air laut dan tsunami, serta info dini gempa bumi melalui aplikasi InfoBMKG dan Indonesia Weather Information for Shipping (InaWIS),” tuturnya.

Pemerintah sebelumnya memprediksi potensi pergerakan masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran 2024 sebesar 71,7 persen atau sebanyak 193,6 juta orang. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan mudik Lebaran 2023, yakni sebesar 123,8 juta orang.

Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi mulai 5 hingga 8 April 2024. Sedangkan, puncak arus balik akan terjadi pada 13 hingga 16 April 2024.