Usai Dihantam Demo soal Skandal, Presiden Hungaria Katalin Novak Mundur

Internasional557 views

Inionline.id – Presiden Hungaria Katalin Novak mengumumkan pengunduran diri, Sabtu (10/2) setelah dihantam kanan kiri oleh kritik dan demonstrasi terkait skandal pelecehan seksual di panti asuhan.

Sebelumnya ia mendapatkan tekanan karena keputusannya untuk mengampuni seorang pria yang dihukum karena membantu menutupi kasus pelecehan seksual di panti asuhan negara itu.

“Saya telah membuat sebuah kesalahan… Hari ini adalah hari terakhir saya memberikan pernyataan kepada Anda sebagai seorang presiden,” kata Novak dalam pidato kepresidenan yang disiarkan saluran televisi nasional Hungaria, seperti dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, Novak dihantam kritik kiri kanan termasuk demonstrasi terkait keputusannya mengampuni seorang pria yang menutupi kasus pelecehan seksual di panti asuhan.

Salah satunya demo yang terjadi pad Jumat (9/2) yang diperkirakan diikuti sekitar seribu orang yang menuntut Novak mundur karena keputusannya dalam kasus skandal tersebut.

Pada April 2023 silam, menjelang kunjungan Paus Fransiskus, Novak memutuskan untuk mengampuni sekitar dua lusin orang, yang  di antaranya adalah wakil direktur panti asuhan yang membantu mantan direktur panti tersebut menyembunyikan kejahatannya.

Eks Direktur itu divonis 8 tahun penjara karena melakukan skandal pelecehan ssksual terhadap anak laki-laki di bawah umur selama kurun waktu 2004-2016. Adapun eks Wakil Direktur itu dihukum lebih dari 3 tahun.

Pada Selasa lalu, Novak mengklaim dia tidak akan pernah memaafkan seorang pedofil, termasuk dalam kasus ini. Dia mengatakan alasan di balik keputusannya tidak bersifat publik dan semua jenis keputusan pengampunan bersifat beda dari masing-masing sudut pandang.

Mencoba membendung dari dampak skandal pengampunan Novak, Perdana Mengeri Hungaria Viktor Orban bersama partainya, Fidesz, mengajukan amandemen konstitusi ke parlemen pada Kamis malam yang mencabut hak presiden untuk mengampuni kejahatan yang dilakukan terhadap anak-anak.

Kala itu, Novak mengatakan dia bersedia menandatangani amandemen tersebut menjadi undang-undang.

Namun pengunjuk rasa yang membentangkan spanduk bertuliskan “Mundur!” dan berjalan ke kantor kepresidenan Novak di Budapest pada hari Jumat lalu menyatakan  satu-satunya solusi yang dapat diterima adalah jika presiden mengundurkan diri.

“Pengunduran diri adalah tindakan yang sangat tepat,” kata Bela Sedan, 53 tahun, yang bekerja sebagai tukang kayu.

“Seseorang yang melakukan kesalahan seperti ini harus pergi dan tidak mewakili saya sebagai presiden Republik Hongaria.”