by

Bersaing Ketat Elektabilitas 3 Pasang Cagub DKI di Tiga Survei Saling Salip

Jakarta – Tiga lembaga survei melakukan sigi atas elektabilitas tiga pasang calon gubernur dan wakil gubernur, persis tiga pekan menjelang hari pemungutan suara. Di antara duet Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno, siapa paling unggul?

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny Januar Ali pada Selasa (17/1/2017) merilis hasil penelitian mereka. Survei dilakukan pada 5-11 Januari 2017. Jumlah responden survei sebanyak 880 responden dengan wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Metodenya adalah multistage random sampling dengan margin of error plus minus 3,4%.

Hasil survei memperlihatkan elektabilitas Agus-Sylvi tertinggi dengan 36,7%; Ahok-Djarot 32,6% dan Anies-Sandi sebesar 21,4%. Ada pun mereka yang belum menentukan pilihan sebesar 9,3%.

“Jika Pilkada dilakukan hari ini, pasangan Anies-Sandi tersingkir di putaran pertama,” kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa dalam rilis survei di Graha Dua Rajawali, Jl Pemuda No. 70, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (17/1/2017).

Dua hari kemudian Poltracking merilis hasil survei tentang Pilgub DKI Jakarta. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 3,46% dan tingkat kepercayaan 95%. Sebanyak 800 responden diambil dalam survei ini dengan cara wawancara tatap muka 10 orang di setiap kelurahan. Survei dilakukan pada tanggal 9-13 Januari 2017.

Hasilnya, elektabilitas Agus Yudhoyono-Sylviana Murni 30,25%, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat 28,88%, Anies Baswedan-Sandiaga Uno 28,63%.

“Terlihat paslon (pasangan calon, -red) nomor 3 komunikasi politiknya sosiologis. Di sisi lain ada tantangan yang dihadapi oleh paslon nomor 2 sosiologisnya ada yang bergeser. Di mana bisa dilihat nomor 3 ini gaya kampanyenya, sikapnya, bahkan gaya berpakaiannya merepresentasikan dari sosiologis itu,” ujar Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha dalam jumpa pers di Hotel Oria, KH Wahid Hasyim No 87, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2017).

Survei ini menemukan bahwa dalam top of mind responden, Agus Harimurti Yudhoyono paling banyak dipilih dengan persentase 22,50%. Sementara itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan seimbang di angka 22,25%.

Popularitas Ahok memang yang tertinggi, yakni 95,13%, tetapi tak sejalan dengan tingkat kesukaan responden terhadapnya (akseptabilitas), yakni 63,50%. Popularitas Anies sedikit di bawah Ahok, yakni 92,38% dengan tingkat kesukaan 81,25%. Sementara itu, popularitas Agus adalah 91% dengan akseptabilitas 75,88%.

Di hari yang sama, Polmark Research Center juga merilis survei tentang Pilgub DKI Jakarta. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 2,9% dan tingkat kepercayaan 95%. Sebanyak 1.200 responden dengan proporsi gender seimbang yang tersebar di 120 kelurahan secara merata. Tiap kelurahan dibagi lima RT secara acak, yang masing-masingnya dipilih dua keluarga. Survei dilakukan pada 6-12 Januari 2017.

Hasilnya elektabilitas pasangan Anies-Sandi tertinggi dengan 25,3%; Agus-Sylvi menempel ketat dengan 23,9%, kemudian Ahok-Djarot 20,4%.

Sebanyak 23 persen responden merahasiakan pilihannya dan 7,4 persen tak menjawab. Namun Polmark menghitung preferensi responden yang merahasiakan pilihannya sebanyak 6,4% tidak menjawab, 6,4% memilih Anies-Sandi, 6% memilih Agus-Sylvi, dan 4,2% memilih Ahok-Djarot. (Ald)

Sumber : https://m.detik.com/news/berita/d-3401774/saling-salip-elektabilitas-3-pasang-cagub-dki-di-tiga-survei?_ga=1.125911049.588171387.1480310664