by

Swedia Melarang Pertemuan Publik Lebih dari 8 Orang Imbas Lonjakan Corona

Inionline.id – Swedia melarang adanya pertemuan publik lebih dari 8 orang. Kebijakan ini ditetapkan usai terjadi lonjakan kasus Corona (COVID-19).

Dilansir dari AFP, sebelumnya batas pertemuan publik dibatasi antara 50 hingga 300 orang. Namun, sejak 24 November nanti, jumlah tersebut akan dikurangi menjadi hanya 8 orang saja.

Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven mengatakan pembatasan ketat ini baru pertama kalinya diberlakukan di negaranya. Aturan ini dirasa perlu untuk meminimalisir penyebaran virus Corona.

Larangan itu hanya berlaku untuk pertemuan publik di bidang olahraga dan budaya. Sementara itu, Pemerintah Swedia tidak melarang adanya pertemuan dengan jumlah banyak di rumah pribadi.

Sekolah dan restoran tetap diizinkan buka. Meski begitu, setiap meja hanya dibatasi maksimal 8 orang. Otoritas Swedia juga mengimbau masyarakat untuk tidak bersosialisasi di luar rumah.

“Ini akan menjadi lebih buruk. Lakukan tugas Anda dan bertanggung jawab untuk menghentikan penyebaran virus,” kata Stefan Lofven dilansir dari AFP, Senin (16/11/2020).

“Jangan pergi ke gym, jangan pergi ke perpustakaan, jangan mengadakan pesta. Batalkan,” imbuhnya.

Minggu lalu, pemerintah Swedia mengumumkan bar dan restoran tidak lagi diizinkan menyajikan alkohol setelah pukul 22.00 dari 20 November nanti hingga akhir Februari 2021.

Aturan ketat ini diberlakukan usai sejumlah media lokal melaporkan banyak klub dan bar yang penuh sesak akhir pekan lalu karena para pemuda Swedia memanfaatkan kesempatan terakhir untuk berpesta larut malam.

“Pada musim semi, kami melihat kepatuhan yang besar. Cukup memiliki rekomendasi untuk membuat kebanyakan orang menjaga jarak dan membatalkan rencana mereka. Sekarang kepatuhannya berkurang,” katanya.

Hingga kini, Swedia melaporkan ada 5.990 kasus Corona pada Jumat lalu, sehingga total kasus keseluruhan ada 177.355. Sementara itu jumlah kematian karena Corona sebanyak 6.164.