by

Akibat Banjir dan Longsor di Vietnam, 111 Orang Tewas, 20 Hilang

Inionline.id – Lebih dari 100 orang tewas dan 20 orang lainnya hilang di Vietnam tengah setelah beberapa minggu dilanda banjir dan tanah longsor yang parah. Bencana ini melanda saat negara itu bersiap menghadapi badai lain akhir pekan ini.

Dilansir, AFP, Rabu (21/10/2020) sekitar 178.000 rumah terendam banjir, menurut Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.

Badan amal tersebut mengatakan, jalan-jalan, infrastruktur dan tanaman di wilayah Vietnam tengah juga telah hancur akibat banjir. Badan tersebut mengingatkan bahwa ratusan ribu orang akan membutuhkan perumahan dan dukungan finansial dalam beberapa minggu mendatang.

Nguyen Thi Xuan Thu dari Masyarakat Palang Merah Vietnam mengatakan banjir ini adalah “salah satu yang terburuk yang pernah mereka lihat dalam beberapa dekade”.

Otoritas manajemen bencana menyatakan, sedikitnya 111 orang telah tewas, sementara hampir 200.000 orang telah dievakuasi.

Di antara mereka yang tewas adalah 22 tentara yang tertelan tanah longsor besar di provinsi Quang Tri, dan 13 anggota tim penyelamat yang berusaha menyelamatkan para pekerja dari pembangkit listrik tenaga air.

Tim pencari saat ini masih berusaha menemukan 15 pekerja pabrik yang hilang, yang juga terjebak dalam tanah longsor.

Meskipun banjir mulai surut di beberapa daerah, foto-foto di media pemerintah menunjukkan banyak desa masih terendam banjir dan sebuah rumah sakit mengalami banjir parah di Quang Binh, dengan genangan air di sekitar tempat-tempat tidurnya.

Hujan yang lebih lebat diperkirakan akan melanda daerah itu selama akhir pekan saat Badai Saudel bertiup dari Laut China Selatan.

Vietnam sering kali dilanda cuaca buruk di musim hujan antara Juni dan November, dan provinsi-provinsi pantai di Vietnam tengah adalah daerah yang paling terpengaruh.

Kantor Statistik Umum menyatakan, lebih dari 130 orang dilaporkan tewas atau hilang dalam bencana alam di negeri itu tahun lalu.