by

Australia Menjadi Negara yang Sudah Lakukan Tes Virus Corona Terbanyak di Dunia

Inionline.id – Australia menjadi negara pertama yang telah melakukan tes terhadap 1 persen dari jumlah penduduknya, dalam upaya mengendalikan penyebaran virus corona yang sekarang sudah pandemik di hampir seluruh dunia.

Tes Virus Corona di Australia

PM Morrison mengatakan ‘child care’ dan pendidikan untuk balita sangat penting bagi Australia, karena banyak orang tua yang bekerja di sektor penting, seperti di bidang kesehatan dan pendidikan.

“Industri yang penting itu bukan saja seperti misalnya dokter atau perawat di rumah sakit, namun juga misalnya petugas pembersih di rumah sakit.”

“Mereka yang mengendarai truk membawa bahan makanan ke supermarket guna memastikan pasok berlanjut juga merupakan hal yang penting.”

Desakan agar para pencari suaka dibebaskan

1.249 pekerja profesional di bidang kesehatan di Australia telah menandatangani surat yang meminta agar semua orang yang sedang ditahan di pusat tahanan imigrasi di seluruh Australia dibebaskan.

Surat itu mengatakan pusat tahanan imigrasi, seperti kompleks apartemen The Mantra di Melbourne yang berisi para pencari suaka dan pengungsi, adalah “wilayah beresiko tinggi bagi kesehatan mental dan fisik para tahanan”.

Surat tersebut sudah dikirimkan ke Menteri Dalam Negeri Peter Dutton, Menteri Imigrasi Alan Tudge, dan Menteri Urusan Multikultur Jason Woods, tanggal 24 Maret lalu.

Namun surat tersebut tidak disampaikan kepada publik, karena saat itu masih sedang dalam pembicaraan dengan pihak-pihak terkait.

Menurut David Isaacs, seorang professor di bidang penyakit menular anak-anak di Universitas Sydney, pembicaraan tersebut sekarang sudah terputus dengan pemerintah.

“Para tahanan tinggal dalam kondisi yang sesak, dan lebih buruk karena adanya kegiatan bersama-sama ketika makan dan kegiatan lain di sana,” kata surat tersebut.

Bulan lalu, seorang penjaga di fasilitas tahanan imigrasi di Brisbane dinyatakan positif tertular COVID-19.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.