Ratusan Warga Dievakuasi Setelah Gunung Ruang Sulawesi Utara Meletus

Antar Daerah1157 views

Inionline.id – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melaporkan Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro Sulawesi Utara meletus pada Selasa (16/4) malam.

“Erupsinya sekitar pukul 19.19 WITA,” kata Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi dan Maluku Juliana DJ Rumambi ST di Manado.

Juliana menjelaskan tipe letusan gunung yang berada di Pulau Ruang tersebut adalah efusif. Menurutnya, sejauh ini belum teramati dengan jelas ke mana alur aliran lava yang berhulu dari puncak Gunung Ruang tersebut.

“Belum teramati jelas ke mana arah luncuran lavanya,” katanya menambahkan.

Juliana pun meminta warga yang bermukim di Pulau Ruang mematuhi radius bahaya yang telah direkomendasikan oleh PVMBG.

PVMBG pun mengeluarkan beberapa imbauan yang perlu dipatuhi warga sekitar Gunung Ruang seperti larangan memasuki wilayah radius empat kilometer dari pusat kawah aktif.

Masyarakat di sekitar Gunung Ruang juga diharapkan tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi serta tetap mengikuti perkembangan aktivitas melalui aplikasi MAGMA Indonesia.

Pemerintah daerah, BPBD provinsi, dan kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Ruang, Desa Tulusan, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

Tingkat aktivitas Gunung Ruang, katanya, akan dievaluasi kembali secara berkala.

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik, tingkat aktivitas Gunung Ruang dinaikkan dari level II (waspada) menjadi level III (siaga) terhitung mulai tanggal 16 April 2024 pukul 16.00 WITA.

Aktivitas Gunung Ruang yang meningkat ini membuat otoritas setempat mengevakuasi sekitar 838 warga yang bermukim di Pulau Ruang. Ratusan warga itu akan dievakuasi ke Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro.

“Warga mulai melakukan evakuasi mandiri sejak sore hari. Kami sudah memberikan imbauan,” kata Juliana.

Juliana mengatakan mayoritas warga dievakuasi berasal dari dalam Kawasan Rawan Bencana Gunung Api (KRB) Gunung Ruang.

“Jadi ada dua desa yang dihuni warga yaitu Desa Pumpente sebanyak 332 jiwa dan Desa Laimpatehi sebanyak 506 jiwa masuk dalam KRB,” katanya.

Evakuasi mandiri tersebut, kata dia, terutama bagi warga yang lanjut usia, orang-orang sakit serta anak-anak.

“Sebisa mungkin mereka dievakuasi ke Tagulandang, di sana kepala kecamatan Tagulandang sudah menyiapkan lokasi untuk warga yang dievakuasi,” ucap Juliana.