Jokowi Minta Pemda Atasi Jangka Panjang, Banjir Demak Jadi Perhatian

Berita857 views

Inionline.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan urusan penanganan jangka panjang banjir di Demak, Jawa Tengah kepada pemerintah daerah setempat.

Banjir di Demak menjadi sorotan nasional karena kerap jadi ‘langganan’ bahkan sudah dua kali terjadi dalam tahun ini.

Jokowi pun menekankan upaya mitigasi seperti reboisasi harus terus dilakukan. Hal itu ia sampaikan usai meninjau titik Banjir di SMK Ganesa Demak, Jumat (22/3).

“Saya kira Pemda itu. Penanaman kembali, penghutanan kembali, pengalihan lahan memang harus tetap,” kata Jokowi dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden

Di sisi lain, Jokowi mengungkapkan biang kerok penyebab banjir di Kabupaten Demak. Selain curah hujan ekstrem yang menyebabkan tanggul jebol, ada sejumlah faktor lain yang ia soroti.

Di antaranya, alih fungsi lahan dan pembalakan liar. Ia pun menegaskan aktivitas berbahaya dengan jangka panjang bagi lingkungan itu harus dihentikan.

Kemudian, Jokowi juga menyoroti sedimentasi menjadi penyebab banjir hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Adapun sedimentasi merupakan proses pengendapan sejumlah material yang terangkut aliran air sungai sehingga dapat mengakibatkan terjadinya pendangkalan sungai.

“Semua waduk, semua sungai itu problemnya selalu sedimentasi. Kenapa itu terjadi? karena juga tidak dihambat di hulunya. Tanaman-tanaman banyak yang ditebang. Problemnya semua di situ. Kalau enggak terjadi banjir bandang ya banjir,” ujar Jokowi.

Bantuan bibit

Jokowi berjanji bakal memberikan bibit baru kepada warga yang tanamannya di ladang rusak diterjang banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Bantuan bibit itu akan langsung diberikan di bawah koordinasi Kementerian Pertanian. Hal itu ia sampaikan usai meninjau titik Banjir di SMK Ganesa Demak, Jumat (22/3).

“Yang tanamannya rusak nanti akan diberi bibit lagi dari Kementerian Pertanian,” kata Jokowi dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Sementara terkait bantuan kepada rumah warga yang rusak, Jokowi menyebut kementerian/lembaga terkait akan melakukan pemantauan.

“Nanti Kementerian PU biar cek di lapangan dengan BNPB,” kata dia.

Jokowi menyebut curah hujan yang terjadi di Demak dari 238 mm per hari, padahal kategori hujan ekstrem saja di sekitaran 150 mm per hari.

Oleh sebab itu, perbaikan tanggul jebol terus digenjot. Ia menyebut salah satu tanggul jebol berukuran 15 meter juga telah dikerjakan dan rampung diperbaiki.

“Selesai dikerjakan selama empat hari berturut-turut, siang dan malam,” kata dia.

Kemudian pemerintah juga mengupayakan cara lain dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Langkah ini dilakukan karena masih ada potensi cuaca buruk seiring kondisi siklon yang masih dapat berpengaruh pada peluang bencana hidrometeorologi.

Kabupaten Demak dilanda banjir pada Rabu (13/3) pekan lalu. Banjir terjadi setelah enam tanggul jebol pascahujan deras.

Banjir ini adalah kali kedua Demak terendam pada awal tahun 2024. Sebelumnya, banjir juga melanda Demak dan sekitarnya pada Senin (5/2).

BNPB terkini mencatat ada enam kecamatan di wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah masih terendam banjir hingga Kamis (21/3) kemarin. Ketinggian banjir sudah turun menjadi 50 centimeter dari yang sebelumnya 2 meter.

Antara lain Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Karang Tengah, Kecamatan Gajah, Kecamatan Wonosalam, Kecamatan Sayung, dan Kecamatan Demak.