Gelar Program MSIB Angkatan 6, Kemendikbudristek Gandeng 276 Dunia Usaha dan Industri

Pendidikan1057 views

Inionline.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggandeng 276 dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dalam Program Magang dan Studi Independen (MSIB) Angkatan 6. Rinciannya, 203 mitra magang dan 73 mitra studi independen.

Program MSIB bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk magang atau kursus dengan proyek akhir di perusahaan kelas dunia. Program MSIB Angkatan 6 2024 bakal diikuti 47.984 mahasiswa.

“Program MSIB akhirnya bisa menjadi jembatan antara perguruan tinggi dengan mitra. Saya ucapakan terima kasih dan apresiasi kepada perusahaan yang telah bersedia untuk terus berkolaborasi dengan perguruan tinggi,” ujar Kepala Program MSIB, Wachyu Hari Haji, dalam keterangan tertulis, Kamis, 22 Februari 2024.

Wachyu mengatakan dampak program MSIB bagi mahasiswa adalah kapasitas berpikir. Mulai dari kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis dan kreatif, serta kompetensi kepemimpinan di atas rata-rata dibandingkan dengan alumni program lainnya.

Dampak positif juga turut dirasakan oleh mitra, baik perguruan tinggi maupun mitra Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). Bagi perguruan tinggi, program MSIB menghasilkan potensi kerja sama dengan perusahaan.

Sementara itu, bagi mitra DUDI, MSIB dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial karena dinilai telah menggantikan program management trainee.

Sejak diluncurkan pada 2021, MSIB memiliki 128.463 alumni program yang tersebar di 34 provinsi Indonesia. Khusus MSIB Angkatan 6, terdapat 21.950 mahasiswa magang dan 26.034 mahasiswa studi independen dari total 873 perguruan tinggi di bawah naungan Kemendikbudristek.

Wachyu menyampaikan tahun ini ada peningkatan kepesertaan mahasiswa vokasi dalam program MSIB. Sebanyak 2.285 mahasiswa vokasi lolos seleksi program magang dan 2.726 mahasiswa vokasi terpilih mengikuti program studi independen.

Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Beny Bandanadjaja, mengapresiasi peningkatan kepesertaan mahasiswa vokasi.

“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh mitra program MSIB dan juga seluruh perguruan tinggi atas dukungan Bapak dan Ibu dalam menyukseskan pelaksanaan program MSIB ini,” ucap Beny.

Beny menuturkan sejak Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) diluncurkan pada 2020, kebijakan ini selalu mendorong peningkatan relevansi pendidikan tinggi dengan dunia kerja. Ketidakcocokan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja menjadi landasan utama pelaksanaan kegiatan mahasiswa di luar kampus melalui berbagai kegiatan MBKM.

MBKM bukan hanya mendorong pemahaman praktis, di samping pemahaman teoritis di bangku perkuliahan, agar mahasiswa siap masuk ke dunia kerja. MBKM juga membangun soft skills mahasiswa untuk bisa lebih memahami dunia nyata karena berinteraksi langsung dengan dunia di luar kampus.

Beny mengatakan Program MSIB hadir karena ada kekurangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang diperlukan mahasiswa saat terjun ke dunia riil. MSIB bukan hanya bermanfaat bagi mahasiswa, organisasi mitra, namun mitra dapat memanfaatkan program magang MBKM ini sebagai ajang pencarian bakat.

“Untuk perguruan tinggi juga dapat terus memperbarui kurikulum serta bahan ajarnya sehingga lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini,” papar Beny.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam, mengapresiasi mitra yang telah berkolaborasi dan mendukung pengembangan potensi telenta muda masa depan untuk bisa menjadi lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Agility dan relevansi dari lulusan yang telah mengikuti program MSIB terlihat dari masa tunggu kerjanya jauh lebih pendek dan penghasilan pertamanya yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rekan-rekannya yang tidak mengikuti program. Ini semua adalah jawaban kita atas permasalahan selama ini,” jelas Nizam.