by

460 Ribu Rumah untuk Masyarakat yang Berpenghasilan Rendah Siap Dijual

Inionline.id – Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR mengungkap ada sekitar 460 ribu unit stok rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) siap dijual.

Pemerintah, Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Fitrah Nur mengatakan akan memberikan bantuan prasarana, sarana, serta utilitas (PSU) bagi pengembang yang mau membangun rumah untuk MBR.

“Bantuan PSU merupakan insentif bagi pengembang yang mau membangun rumah MBR, di mana rumah yang dibangun, harganya telah ditetapkan oleh pemerintah dan bisa dibeli dengan subsidi dari pemerintah, seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP),” ujarnya, Kamis (19/8).

Pengembang yang membangun rumah MBR, sambung dia, akan mendapat insentif berupa bantuan PSU paling banyak 30 persen dari rumah yang mereka bangun. “Bantuan PSU ini sebetulnya cukup membantu,” imbuh dia.

Sebelumnya, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR mengaku telah menyalurkan dana FLPP sebanyak 72,02 persen per 10 Agustus 2021 dari target 157.500 unit di sepanjang tahun ini.

Dana yang tersalurkan untuk FLPP sebanyak Rp12,37 triliun atau 113.438 unit rumah MBR, dengan total penyaluran periode 2010-2021 sebanyak 878.293 atau Rp67,96 triliun.

Bank penyalur tertinggi adalah BTN, yaitu sebanyak 60.042 unit. Kemudian, BTN Syariah 14.004 unit, BNI 12.269 unit, BRI 6.582 unit, dan Bank BJB 3.577 unit.

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin menuturkan dengan pencapaian ini, maka target kemungkinan tercapai pada Oktober 2021 atau sebelum tutup tahun nanti.

Rencananya, akhir Agustus ini, PPDPP akan mengadakan pertemuan dengan bank pelaksana terkait evaluasi kuartal III.