by

Gerindra Ungkap Alasan Meminta Prabowo Maju Lagi di Pemilu 2024

Inionline.id – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto diminta kadernya agar maju kembali sebagai calon presiden di 2024. Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat Andre Rosiade mengakui ada harapan supaya Menteri Pertahanan itu berkontestasi lagi di 2024.

“Di kader Gerindra, seluruh kader Gerindra di Sumatera Barat, selama jadi ketua DPD yang saya rasakan seluruh kader menginginkan pak Prabowo maju lagi sebagai calon presiden tahun 2024,” ujar Andre ketika dihubungi, Rabu (12/5).

Andre bilang, masyarakat juga mengharapkan Prabowo untuk maju sebagai calon presiden. Khususnya masyarakat Sumatera Barat. Hasil survei yang internal Gerindra Sumbar lakukan, 60 persen masyarakat akan memilih Prabowo kembali jika maju sebagai calon presiden.

“Dari 3 kali survei di Sumbar 60 persen masyarakat Sumbar menginginkan pak Prabowo maju. Kalau pak Prabowo maju 60 persen akan memilih lagi,” kata anggota DPR RI ini.

Sementara ini Prabowo belum memutuskan. Ketika Kongres 2020, Prabowo sudah menyampaikan kepada seluruh kader Gerindra untuk fokus bekerja. Keputusan menjadi calon presiden akan disampaikan pada tahun 2024.

“Pak Prabowo bilang kita fokus bekerja saja. 2023 kita lihat perkembangan,” kata Andre.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, internal Gerindra selalu mengharapkan Ketua Umum Prabowo Subianto supaya bersedia maju kembali sebagai calon presiden di 2024. Permintaan internal Gerindra itu, kata Muzani tidak pernah berubah.

“Saya sudah katakan beberapa kali bahwa Gerindra secara internal mengharapkan dan memohon kepada Pak Prabowo agar beliau bersedia maju di tahun 2024. Kita semua mengharapkan itu dan harapan itu sampai sekarang tidak berubah, agar Pak Prabowo bersedia maju di tahun 2024,” kata Muzani di DPR, Jakarta, Kamis (6/5).

Muzani mengatakan, keputusan politik itu belum diambil Gerindra. Sebab, Prabowo meminta agar diberikan kesempatan untuk berkonsentrasi menjalankan tugas sebagai Menteri Pertahanan.

“Tapi keputusan politik itu belum kita ambil karena beliau minta agar diberi kesempatan untuk berkonsentrasi menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Menteri Pertahanan,” kata Wakil Ketua MPR RI ini.