by

Anggota Parlemen AS Menyebut Gempuran Israel di Gaza ‘Aksi Terorisme’

Inionline.id – Kecaman terhadap Israel yang menggempur Gaza hingga menewaskan 20 warga sipil, termasuk sembilan anak-anak, datang dari seorang anggota parlemen Amerika Serikat (AS), Ilhan Omar. Politikus Muslim AS ini menyebut gempuran Israel di Gaza sebagai ‘aksi terorisme’.

“Serangan udara Israel yang menewaskan warga sipil di Gaza merupakan aksi terorisme,” tegas Omar dalam pernyataannya via akun Twitter resminya, seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Selasa (11/5/2021).

“Palestina berhak mendapatkan perlindungan. Tidak seperti Israel, program pertahanan rudal seperti Iron Dome, tidak ada untuk melindungi warga sipil Palestina,” cetusnya.

“Tidak masuk akal untuk tidak mengecam serangan ini pada pekan Idul Fitri,” imbuh Omar yang mewakili negara bagian Minnesota ini.

Omar merupakan salah satu dari dua wanita muslim AS pertama yang menjadi anggota parlemen AS. Dalam pernyataan pada Sabtu (8/5) waktu setempat, seperti dilansir Fox News, Omar juga memberikan komentar keras soal bentrokan warga Palestina dan polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, yang membuat ratusan warga Palestina luka-luka.

“Ini terjadi saat umat Muslim melakukan salat Tarawih (dan) Tahajud di Palestina. Keluarga-keluarga yang berdoa sepanjang malam selama Ramadan, masjid sudah seperti rumah. Warga Palestina berhak mencari perlindungan di masjid dan berhak atas kedamaian saat Ramadan. Di mana laporan media? (Bicaralah) Melawan teror pendudukan Israel,” tulisnya via Twitter pada saat itu.

Satu politikus wanita Muslim AS lainnya, Rashida Tlaib, juga melontarkan komentar keras soal bentrokan di Masjid Al-Aqsa yang terjadi pekan lalu. Tlaib diketahui merupakan wanita keturunan Palestina-Amerika pertama yang menjadi anggota parlemen AS.

“Uang wajib pajak Amerika digunakan untuk melakukan pelanggaran HAM. Kongres harus mengkondisikan bantuan yang kita kirimkan ke Israel, dan mengakhirinya jika persyaratan itu tidak dipenuhi. Pernyataan saja tidak mempan @SecBlinken. Sudah cukup,” tulis Tlaib via Twitter, merujuk pada Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken.

Militer Israel dalam pernyataannya menyebut gempuran ke Gaza dilancarkan untuk merespons serangan 150 roket yang ditembakkan dari Gaza oleh Hamas dan militan setempat lainnya. Roket-roket dari Gaza itu dilaporkan menargetkan Yerusalem, Ashkelon, Sderot dan permukiman Yahudi dekat Gaza. Israel menyatakan tidak ada korban jiwa akibat roket-roket dari Gaza itu.

Disebutkan militer Israel bahwa pihaknya menargetkan dua peluncur roket, dua pos militer, sebuah terowongan dan delapan posisi mata-mata Hamas di Gaza. Menurut otoritas Gaza, sedikitnya 20 orang termasuk sembilan anak-anak tewas akibat gempuran Israel itu. Seorang komandan Hamas juga dilaporkan tewas.

Hamas dalam pernyataannya menyebut rentetan roket yang ditembakkan ke Israel merupakan respons atas penindasan Israel terhadap warga Palestina di Masjid Al-Aqsa dan rencana penggusuran keluarga Palestina di distrik Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.