by

KPK Bentuk Satgas Khusus untuk Buru Harun Masiku dan 6 DPO Lain

Inionline.id РKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan membentuk satuan tugas (satgas) khusus yang bertugas memburu tujuh tersangka kasus korupsi yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), termasuk mantan kader PDIP Harun Masiku.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar optimistis pihaknya bisa menangkap Harun dan para tersangka yang masih berstatus DPO. Lili mengaku sudah menggelar rapat bersama pimpinan dan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto.

“Dalam rapat itu mencoba untuk membuat satu satgas yang memang fokus melakukan pencarian orang-orang DPO selain Harun Masiku,” kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (20/1).

Lili menyebut pembentukan satgas khusus bertujuan agar perburuan para DPO tersebut lebih efektif tanpa terganggu dengan pekerjaan-pekerjaan lainnya.

“Jadi, pekerjaan tidak terganggu hal lain selain kita juga koordinasikan hal ini dengan Kepolisian tetapi juga di kita agar cepat efektif dengan membentuk sebuah tim satgas sendiri yang khusus mencari orang-orang yang memang masuk DPO,” ujarnya.

Sementara itu, Karyoto mengatakan pembentukan satgas khusus ini memang perintah Pimpinan KPK untuk efektivitas waktu dalam memburu para DPO.

“Ini untuk efektivitas waktu dan pencarian tentunya akan membentuk satgas khusus,” ujar Karyoto.

Karyoto menjelaskan satgas khusus tersbut bisa gabungan dari beberapa kedeputian di KPK seperti monitoring, IT, dan “surveillanve”.

“Ini harus digabung menjadi satu tidak bisa misalnya hanya penyidiknya sendiri atau penyelidiknya sendiri itu harus terintegrasi antara tim “supporting”, pencari, dan pengolah data,” katanya.

Sebagai informasi, dari 2017 sampai 2020, ada 10 tersangka yang berstatus DPO KPK. Tahun kemarin tiga tersangka yang berstatus DPO berhasil ditangkap, yaitu mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Rezky Herbiyono selaku menantu Nurhadi, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

Sementara itu tujuh DPO lainnya yakni Harun Masiku, emilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (BLEM) Samin Tan, Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim, Izil Azhar. Kemudian pemilik PT Darmex Group atau PT Duta Palma Surya Darmadi, serta PT Perusa Sejati Kiran Kotama.