by

Ini Pertimbangan Utama Pemilihan Vaksin Covid-19

Inionline.id – Pemerintah dalam memutuskan penggunaan vaksin harus dapat dibuktikan aman dan terjamin, selain juga harus memenuhi aspek mandiri. Selain itu, serangkaian pengujian klinis pada vaksin juga wajib dilakukan oleh lembaga yang berwenang.

“Adapun dasar pemilihan vaksin Covid-19 harus memenuhi beberapa faktor. Vaksin yang terpilih harus memiliki unsur keamanan khasiat dan mutu yang terjamin oleh lembaga yang berwenang dan dapat dibuktikan dari serangkaian pengujian yang dimulai dari pengujian praklinis, uji klinis tahap satu, dua dan tiga,” ungkap Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, dalam Keterangan Pers ‘Perencanaan Distribusi dan Quality Control Vaksin COVID-19’ di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), ditulis Kamis (10/12).

Dijelaskan Honesti, melihat timeline ataupun proses pengembangan, calon vaksin Covid-19 dari Sinovac termasuk satu dari 10 kandidat yang paling cepat dan sudah masuk ke uji klinis tahap 3. “Kemudian dari sisi platform ataupun metode pembuatan vaksin menggunakan platform inactivated atau virus yang sudah dimatikan yang sudah terbukti pada jenis-jenis vaksin lainnya. Platform tersebut sudah dikuasai oleh Bio Farma,” katanya.

Kemudian faktor penentu lainnya adalah sistem mutu yang dimiliki oleh Sinovac sudah diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Dalam kerja sama antara Bio Farma dengan Sinovac, terdapat juga transfer teknologi dalam hal pengujian-pengujian yang dibutuhkan.

Sebagaimana diketahui jumlah total vaksin Sinovac yang akan didatangkan Bio Farma adalah 3 juta dosis. Setelah datang 1,2 juta dosis pada 6 Desember lalu, 1,8 juta dosis akan datang pada akhir Desember atau awal Januari 2021. Pada Desember, Bio Farma juga akan menerima 15 juta dosis bahan baku vaksin dan tambahan 30 juta bahan baku vaksin pada Januari 2021.