by

Cara Jerman Membubarkan Kerumunan Massa Pelanggar Protokol COVID-19

Inionline.id – Aparat keamanan di Jerman menindak tegas kerumunan massa yang melanggar protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Begini cara Jerman menertibkan kerumunan orang di masa pandemi virus Corona.

Dilansir Associated Press (AP), Kamis (19/11/2020), polisi Jerman menggunakan water cannon dan semprotan merica untuk membubarkan kerumunan massa.

Massa berkumpul di Gerbang Brandenburg (das Brandenburger Tor), lokasi ikonik di Berlin, pada Rabu (18/11) waktu setempat. Mereka memprotes pembatasan untuk mencegah penularan virus Corona yang diterapkan Pemerintah Distrik Berlin.

Massa menolak mengenakan masker dan emoh menjaga jarak. Demonstran bahkan menyalakan kembang api untuk menandingi helikopter yang terbang di atas mereka.

“Undang-Undang Perlindungan Penularan Penyakit = Kediktatoran,” demikian bunyi salah satu poster yang diangkat demonstran.

Water cannon ditembakkan supaya massa bubar. Meski begitu, polisi Berlin tidak menembakkan air langsung ke arah massa demonstran. Soalnya, ada anak-anak juga di kerumunan itu. Kata juru bicara polisi Berlin, Thilo Cabiltz, semprotannya dipelankan.

Sebanyak 100 orang ditangkap polisi, banyak pula yang ditahan. Ada 9 Aparat kepolisian Berlin terluka. Polisi yang mengenakan perlengkapan antihuru-hara bergerak menembus kerumunan. Mereka mencokok sejumlah peserta aksi.

Massa memprotes rancangan undang-undang (RUU) soal penanganan pandemi COVID-19 di negara maju kawasan Eropa Barat itu. RUU itu itu bakal mengatur soal jaga jarak, kewajiban mengenakanmasker, dan penutupan pertokoan. Parlemen rendah dan parlemen tinggi Jerman bekerja cepat. Akhirnya, Presiden meneken RUU itu, Rabu (18/11) waktu setempat.