by

Anies Baswedan Ingin Banjir Tertangani Dalam 6 Jam, Begini Upaya Dinas SDA DKI

Inionline.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkeinginan banjir di DKI Jakarta surut maksimal dalam 6 jam. Dinas SDA DKI Jakarta pun memastikan tahapan mewujudkan hal itu dengan pengerukan waduk hingga pembersihan drainase sudah dilakukan sejak bulan April.

“Untuk pengerukan Waduk sejak Bulan April Kita sudah melakukan pengerukan,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Juaini, saat dihubungi, Kamis (5/11/2020).

Juaini mengungkap sejumlah waduk sedang dalam proses pengerukan yakni waduk Ria Rio, waduk dekat Kali Item, waduk Mangga Bolong Jagakarsa, hingga waduk Situ Babakan. Menurutnya proses ini akan dilakukan hingga bulan Desember mendatang.

“Ini akan terus Kita lakukan sampai rencana bulan Desember, kali-kali dan waduk secara terus-menerus karena dengan datangnya hujan tentunya akan menambah juga sedimen-sedimen yang ada di lokasi itu,” ucapnya.

Selain pengerukan, Juaini menyebut proses pembersihan saluran air di DKI Jakarta juga selalu dibersihkan oleh pihaknya. Dia meyakini langkah tersebut bisa mempercepat penyurutan air.

“Kita juga terus jaga kondisi saluran air, insyaAllah dengan pengerukan yang kita sudah lakukan bisa mempercepat genangan yang ada di jalan,” ujarnya.

Seperti diketahui, Wilayah DKI Jakarta menjadi langganan banjir ketika memasuki musim hujan seperti saat sekarang ini. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin banjir yang menerjang Jakarta dapat surut dalam waktu kurang dari 6 jam.

Keinginan Anies ini menuai kritik dan apresiasi dari Anggota DPRD di Kebon Sirih. Lalu, Anies menjelaskan cara untuk menyurutkan air selama 6 jam tersebut.

“Curah hujan tinggi, kita lakukan antisipasi dengan kerukan waduk-waduk itu intensif sekali. Anda bisa saksikan waduk-waduk Jakarta pengerukannya intensif sekali. Kemudian pembersihan semua saluran-saluran itu dilakukan. Ketiga, organisir kegiatan antar instansi pemerintah bila terjadi banjir,” ujar Anies di Menara Rajawali, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2020).

Menurut Anies, kapasitas saluran air yang ada di Jakarta hanya dapat menyambung curah hujan sebanyak 100 mm per hari. Namun, pada awal tahun curah hujan biasanya meningkat menjadi 377 mm per hari.