Soal Lonjakan Harga Tomat, Mendag Buka Suara

Ekonomi1357 views

Inionline.id – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) merespons harga tomat yang melejit belakangan ini.

“Kalau harganya murah sekali kan orang menanamnya malas,” ujar Zulkifli saat menggelar sambang griya (open house) Idul Fitri, Jakarta, Rabu (10/4).

Menurut Zulkifli, tingginya harga tomat bisa terjadi karena gagal panen. Namun, ia meyakini bahwa kenaikan harga ini hanya akan berlangsung sementara.

“Iya bisa juga (ada gagal panen). Tapi saya kira itu soal sementara aja. Kalau orang sudah nanam lagi, murah lagi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengaku kurang senang apabila harga bahan pokok itu murah.

“Alhamdulilah kalau bahan pokok, cabai segala murah ya. Jadi kalau murah tuh saya juga enggak senang banget sebetulnya,” tutur Zulhas.

Ia mengambil contoh harga cabai yang murah akan menyebabkan petani enggan menanam lagi.

Apabila petani tidak menanam, maka harga bahan pokok akan naik.

“Karena cabai kalau harganya Rp25ribu yang mau nanam siapa? Modalnya nanam itu Rp30 ribu. Kalau modalnya Rp30 ribu, berarti harganya paling kurang Rp40 ribu kan, baru orang mau untung. Kalau harganya Rp25 ribu, Rp30 ribu, dia tanam, dia rugi,” jelas dia.

Oleh karenanya, Zulhas menyebut pemerintah menetapkan patokan harga untuk bahan pokok. Ia mengambil contoh harga telur yang ditetapkan di kisaran Rp28 ribu-Rp29 ribu dan harga ayam pada Rp37 ribu-Rp38 ribu.

Menurut Zulhas, pedagang akan enggan menjual bahan pokok apabila harganya lebih murah dibanding harga patokan tersebut.

“Jadi kalau kita ke pasar, ayam dijual Rp33 ribu. Nah, ini bakal naik nih. Akan naik. Karena berarti kan udah terlalu murah, orang udah enggak mau lagi dong,” ujarnya.

Selain itu, Zulkifli juga menyinggung faktor pakan yang turut berpengaruh pada harga ayam.

Mengutip Detik, harga tomat di berbagai daerah tengah mengalami kenaikan yang cukup drastis. Contohnya di Pasar Kepuh Kuningan, Jawa Barat, komoditas tomat hingga Kamis pekan lalu sempat mencapai Rp30 ribu per kg. Padahal, tomat biasanya dibanderol sekitar Rp 8 ribu per kg,

“Harga tomat sudah Rp30 ribu sekarang. Penyebabnya karena banyak petani gagal panen akibat curah hujan tinggi selama bulan Ramadan kemarin. Katanya, hasil panen tomat banyak yang busuk,” kata salah satu pedagang sayuran di Pasar Kepuh, Anah, Kamis (4/4).

Sementara itu, harga tomat di pasar wilayah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, juga terpantau masih tinggi. Hingga Kamis pekan lalu, harga tomat sempat menyentuh Rp30 ribu per kg.