Bayi Hanyut Meninggal di Parit Akibat Banjir di Demak yang Mengepung 4 Kecamatan

Berita4257 views

Inionline.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Jawa Tengah (Jateng) menyatakan banjir meluas di empat kecamatan, yaitu Karangawen, Kebonagung, Wonosalam, dan Karangtengah. Sebanyak 2.493 KK, yang terdiri dari 9.972 jiwa, terdampak banjir di 13 desa.

“Jumlah kecamatan terdampak 4 kecamatan. Jumlah desa terdampak 13 desa. Jumlah KK terdampak 2.493 KK. Jumlah jiwa terdampak 9.972 jiwa. Jumlah sawah terdampak sekitar 1.000 hektare,” kata Kepala Pelaksana BPBD Demak, M Agus Nugroho mengutip detik.com.

Sementara Rabu (7/2), BPBD Demak masih melakukan asesmen untuk memperbarui data banjir tersebut.  Agus mengatakan penyebab meluasnya banjir di Demak karena bertambahnya debit air dari hulu. Imbasnya, ada empat tanggul di Demak yang jebol sehingga air melimpah ke permukiman di sekitarnya.

“Hujan deras di wilayah hulu dan debet air meningkat mengakibatkan empat tanggul jebol,” ujarnya.

Bayi hanyut

Banjir di Demak Jateng juga dihebohkan dengan bayi usia 18 bulan yang hanyut di Parit Sungai Dukuh Kedungbanteng RT 1 RW 3, Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar. Bayi tersebut hanyut sekitar 300 meter dari rumahnya dan ditemukan sudah mengapung tak bernyawa oleh warga setempat.

Video tersebut viral di sosial media, yaitu akun instagram @demakhariini dan @infokejadiandemak. Nampak suara warga yang menemukan histeris menanyakan bayi siapa yang mengapung tersebut.

Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Winardi membenarkan kejadian tersebut. Ia menerangkan bahwa bayi 18 bulan itu ditemukan warga sekitar pukul 15.30 WIB di Parit Sungai.

“Tempat kejadian di Parit Sungai depan rumah Korban. Korban 18 bulan beralamat di Dukuh Kedung Banteng RT 10 RW 3, Desa Wonorejo, Karanganyar,” ujarnya melalui keterangan resmi.

Ia menerangkan korban semula bermain di depan rumah yang diawasi oleh neneknya yang sedang menyapu halaman rumah. Kemudian nenek luput dari pengawasan sehingga korban hanyut.

“Pengawasan terhadap korban kurang sehingga tanpa sepengetahuan saksi 1 (neneknya) korban terjatuh di parit sungai depan rumah. Korban sekira jam 15.30 WiB dicari bersama warga dan ditemukan sekitar 300 meter dari lokasi bermain,” terangnya.

Ia menuturkan bahwa saat ditemukan kondisi korban telah mengapung. Kemudian korban dinyatakan meninggal oleh tim medis. Ia juga menambahkan bahwa rumah korban tidak kebanjiran. Hanya saja sungai tersebut sedang meluap.

“Dalam keadaan mengapung di sungai dan selanjutnya ditolong warga dibawa ke rumah korban, dan setelah dicek tim medis dari Kecamatan Karanganyar dinyatakan meninggal dunia,” terangnya.

4 Titik Tanggul Jebol di Demak

1. Tanggul kanan dan kiri Dukuh Mangun, Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen.

2. Tanggul kanan Sungai Cabean, Dukuh Ngemplik, Desa Sidorejo jebol, sehingga air menggenangi di permukiman warga dan persawahan dengan ketinggian sekitar 40-100 cm.

3. Tanggul Sungai Tuntang Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung.

4. Tanggul kanan Kali Tuntang Desa Kalianyar dan Desa Tlogodowo, Kecamatan Wonosalam, mengalami jebol dan air melimpas.

4 Kecamatan Terdampak Banjir

Kecamatan Karangawen

Ada dua desa yang kebanjiran, yaitu Sidorejo dan Rejosari. Warga terdampak di Sidorejo sebanyak 57 KK, di Rejosari sebanyak 495 KK. Jumlah pengungsi sebanyak 105 orang, berada di Masjid Al Ikhlas RT 1 RW 5 Dukuh Cabean Kidul Desa Sidorejo dan di kantor UPTD. Adapun lahan tanaman padi yang terdampak banjir seluas 105 hektare.

Lahan tanaman jagung yang terdampak banjir seluas 95 hektare.

Kecamatan Kebonagung

Ada dua desa terdampak banjir, yaitu Pilangwetan dan Kebonagung. Warga terdampak banjir di Pilangwetan sebanyak 453 KK. Di Kebonagung terdapat rembesan dan pergeseran tanggul sepanjang sekitar 10 meter. Ada 6 gedung sekolah, 1 masjid, dan kantor kelurahan yang juga terendam banjir. Kebutuhan mendesak ialah pendirian dapur umum, logistik, dan alat berat untuk mengatasi tanggul.

Kecamatan Wonosalam

Ada enam desa terdampak banjir, yaitu Kalianyar, Doreng, Tlogodowo, Lempuyang, Karangrowo, dan Kendaldoyong. Di Kalianyar terdapat 349 KK yang terdampak banjir, yaitu di Dukuh Pangkalan dengan ketinggian air sekitar 70 cm. Di Desa Doreng terdapat 34 KK terdampak. Di Desa Tlogodowo terdapat 304 KK yang terdampak dan 130 orang mengungsi.

Pengungsian tersebut tersebar di kantor balai desa, Musala Al Furqon, Musala Al Ikhlas, dan masjid.

Di Desa Lempuyang terdapat 641 KK terdampak banjir. Di Desa Karangrowo masih dalam proses pendataan. Di Kendaldoyong sebanyak 100 KK terdampak banjir.

Kecamatan Karangtengah

Ada dua desa terdampak banjir, yaitu Desa Batu dan Ploso. Di Desa Batu terdapat air melimpas ke jalan sekitar 10 cm. Di Desa Ploso, air menggenangi Dukuh Kalitengah dan Dukuh Kauman. Total kerusakan dan kerugian masih dalam proses perhitungan.