Imbas Dinding Penghalau Dipanjat Orang, Perjalanan Whoosh Terganggu

Ekonomi1557 views

Inionline.id – Pada pukul 10.45 WIB di KM 105 Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Eva Chairunisa menuturkan Whoosh nomor G1125 rute Halim-Tegalluar sempat berhenti.

Ia menyebut hal itu terjadi usai masinis menerima laporan bahwa ada orang tak dikenal memanjat dinding penghalau kebisingan di KM 103, tepatnya di Cempaka Mekar, Padalarang, Bandung Barat.

Eva mengatakan petugas keamanan dan Polsek Padalarang langsung berkoordinasi mengamankan oknum tersebut. Setelah dievakuasi dan dinyatakan aman, Whoosh kembali dipacu pada pukul 10.49 WIB menuju Tegalluar.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan mendapatkan keterangan lebih lanjut, oknum tersebut sudah diserahkan KCIC ke pihak kepolisian. Diduga yang bersangkutan memiliki gangguan kejiwaan dan diduga berupaya melakukan percobaan bunuh diri,” kata Eva dalam keterangan resminya, Senin (23/10).

Petugas pun melakukan pengecekan lebih mendetail pada lokasi kejadian. Bahkan, pemadaman jaringan listrik aliran atas dilakukan untuk melakukan inspeksi lebih mendalam demi keselamatan penumpang dan perjalanan Kereta Cepat Whoosh.

Pada akhirnya perjalanan Whoosh dengan jadwal keberangkatan pukul 13.00 WIB relasi Tegalluar-Halim dan sebaliknya sempat tertahan sekitar 20 menit. Eva pun memohon maaf atas keterlambatan tersebut.

“KCIC memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan akan melakukan evaluasi untuk meningkatkan pengamanan jalur serta melakukan sosialisasi ke masyarakat dan berkoordinasi dengan kewilayahan setempat untuk mencegah hal serupa kembali terulang,” tutur Eva.

Di lain sisi, Eva mengklaim sejatinya KCIC sudah melakukan pengamanan jalur kereta cepat melalui pemasangan pagar pembatas lengkap dengan kawat berduri di sepanjang jalur. Ini dilakukan demi mencegah benda asing atau oknum tak bertanggung jawab masuk ke jalur kereta cepat.

Ada juga berbagai sensor dan CCTV yang dipasang untuk memantau kondisi jalur kereta cepat. Selain itu, Eva mengatakan seluruh petugas secara berkala melakukan patroli lapangan dan berkolaborasi bersama TNI/Polri untuk pengamanan serta sosialisasi kepada masyarakat.

Ia juga menuturkan bahwa sistem pengamanan berlapis dimiliki Kereta Cepat Whoosh, di mana dilengkapi dua emergency brake.

Pertama, emergency brake EB yang bekerja berdasarkan perintah driver controller, di mana menjadi fasilitas rem darurat penumpang dan kontrol kewaspadaan masinis.

Kedua, emergency brake UB yang bakal aktif berdasarkan fungsi automatic train protection (ATP), pendeteksi jarak antarkereta dengan benda asing, dan pada saat power kereta dalam kondisi off alias tidak bekerja.

“Dengan dua sistem emergency brake ini, kereta Whoosh menawarkan tingkat keamanan yang lebih untuk melindungi perjalanan kereta pada saat terjadi kondisi yang dianggap membahayakan, termasuk jika terdapat kesalahan sistem maupun human error,” tandasnya.