by

Sosialisasi 4 Pilar Achmad Ru’yat Dorong Jabar Lakukan Pemekaran Desa

Bogor, Inionline.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat Achmad Ru’yat menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Saung Orange, Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Sabtu (17/09/2022).

Acara yang dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Bogor Atma beserta loyalisnya yang tergabung dalam Barisan Relawan Atma (Baret) berjalan berbeda dari biasanya.

Pasalnya, guna meningkatkan wawasan 4 pilar kebangsaan para peserta, Achmad Ru’yat menguji para peserta untuk membaca Pancasila hingga pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan memberikan doorprize bagi yang hafal kedua uji wawasan tersebut.

Selain itu, guna meningkatkan pembangunan desa, Achmad Ru’yat mengatakan kepada peserta yang hadir bahwa dirinya tengah mendorong pemekaran desa-desa di Jawa Barat.

“Jadi ini menjadi bahan masukan bagi Jawa barat terutama Gubernur dan DPRD karena Jawa barat dengan penduduk 50 juta, jumlah desa 5.000 ini sangat mendesak untuk melakukan kajian dan pemekaran,” ujarnya.

Mantan Wakil Walikota Bogor ini membandingkan Jawa barat dengan daerah Jawa tengah dan Jawa timur dengan jumlah desa 8.000 dengan jumlah penduduk sekitar 32 juta sehingga usulan yang mengemuka pemekaran desa ini sangat sejalan untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

“Selain itu pemekaran mempercepat pembangunan karena dengan jumlah desa seperti jawa tengah dan jawa timur itu 8.000 desa makanya anggaran desa juga akan lebih bermanfaat untuk desa, jadi ini harus ditindak lanjuti di pemgambilan kebijakan di tingkat provinsi, dan usulan ke instansi terkait,” katanya.

Ru’yat pun berharap sosialisasi 4 pilar ini mampu menjadi konsepsi nasional yang menyatukan keragaman.

“Jadi sketsa kebangsaan 4 pilar ini sangat penting didalam berbangsa dan bernegara ada suatu perekat, konsesus bersama baik pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara, UUD sebagai konstitusi negara, Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, maupun NKRI sebagai bentuk negara, jiwa patriotis ini perlu dihidupkan karena Indonesia dengan negeri yang sangat luas lebih dari 17 ribu pulau lebih dari 500 suku bahasa ini perlu di konsolidasikan dengan suatu konsepsi yang merupkan konsepsi nasional dan menyatukan dengan keragaman baik agama suku dan bahasa,” pungkas Achmad Ru’yat.