by

4 Mahasiswa ITI Berhasil Melakukan Improvement pada Industri Alat Berat

Inionline.id – Empat mahasiswa Institut Teknologi Indonesia (ITI), Tangerang Selatan, berkesempatan magang di PT Komatsu Indonesia. Program ini bagian dari implementasi link and match dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MKBM).

Wakil Rektor Bidang Akademik, Penelitian dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Indonesia Dwita Suastiyanti mengatakan, keempat mahasiswa itu yakni Asep Firmansyah, Reza Nurrohman, Indra Wira Widyadhana dan Ismail Nur Fahmi. Para mahasiswa melakukan kerja magang selama 1 semester, terhitung dari April sampai dengan Oktober 2021.

“Kerja sama ini terjalin atas kerja sama yang baik antara Institut Teknologi Indonesia dengan Ikatan Alumni Mesin – ITI (IAM -ITI),” ujar Dwita dalam keterangannya, Rabu, 22 Desember 2021.

Presiden Direktur PT Komatsu Indonesia, Pratjojo Dewo menyampaikan, program magang di perusahaanya terdiri dari dua tahap. Tahap pertama, selama dua bulan mahasiswa diperkenalkan pada budaya kerja industri manufaktur alat berat (pembelajaran monozukuri).

“Melalui class activity dan kunjungan lapangan (plant tour) di PT. Komatsu Indonesia,” kata Pratjojo.

Setelah itu, mahasiswa mengikuti penempatan selama empat bulan di beberapa pemasok PT. Komatsu Indonesia yang berlokasi di Tegal. Seperti PT. Milako Teknik Mandiri, PT. Japra Mandiri, PT. Prima Karya dan PT. Intan Pratama Jaya.

“Para mahasiswa ditempatkan untuk melakukan improvement di bidang Safety, Quality, Delivery and Cost (SLQDC),” ujar Pratjojo.

Selama magang, kata dia, para peserta menemukan beberapa defect pada proses manufaktur yang menurunkan SLQDC. Mereka juga berhasil memperoleh solusinya, sehingga terjadi improvement SLQDC.

Asep Firmansyah, misalnya, berhasil menurunkan defect pada proses painting dan welding sampai dengan level 0 di PT Japra Mandiri.  Sedangkan, Reza Nurrohman berhasil mengidentifikasi alat bantu yang diperlukan untuk proses manufaktur di PT. Milako Teknik Mandiri.

Mahasiswa lainnya, Indra Wira Widyadhana, berhasil membuat alat bantu (jig) untuk menggaransi dimensi produk sesuai standar di PT. Intan Pratama Jaya. Sementara, Ismail Nur Fahmi berhasil memperbaiki tata kelola manajemen drawingcontrol board dan mal copy cutting di PT. Prima Karya.

Rektor ITI Marzan Aziz Iskandar menyampaikan, keberhasilan para peserta magang melakukan improvement membuktikan bahwa program MBKM khususnya kerja magang, sukses menjadi program link and match antara perguruan tinggi dan industri.

“Dengan terealisasinya link and match ini, para lulusan perguruan tinggi siap beradaptasi dengan dunia kerja, juga terjadi peningkatan kompetensi dan siap melahirkan pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian,” kata Marzan.