by

Ma’ruf Amin Menilai Bencana Banjir RI Dikarenakan Kerusakan Lingkungan

Inionline.id – Ma’ruf Amin Wakil Presiden menilai bahwa bencana hidrometeorologi seperti banjir yang tengah menimpa Indonesia belakangan ini karena kerusakan lingkungan di hulu dan sepanjang daerah aliran sungai.

“Tingkat keparahan bencana hidrometeorologi makin meningkat dengan terjadinya kerusakan lingkungan di hulu sungai dan sepanjang aliran sungai,” kata Ma’ruf dalam sebuah video yang diterbitkan Setwapres, Jumat (12/11).

Ma’ruf menilai bencana hidrometeorologi berupa banjir, longsor dan badai tropis yang kerap melanda Indonesia belakangan ini tak lepas dari fenomena La Nina.

Ia lantas menyinggung pernyataan BMKG bahwa fenomena ini terjadi akibat anomali perubahan suhu di perairan Samudra Pasifik imbas pemanasan global. Adanya fenomena itu, kata dia, BMKG sudah memprediksi bahwa curah hujan jauh lebih tinggi di bulan November 2021 hingga Januari 2022.

“Saya ingatkan Gubernur, Bupati, Wali Kota pentingnya melakukan upaya mitigasi sejak dini,” pintanya.

Melihat hal itu, Ma’ruf meminta kepada jajaran pemerintah di level pusat dan daerah untuk mengerahkan berbagai cara lakukan mitigasi bencana.

Upaya jangka panjang, pinta dia, seperti meningkatkan konservasi tanah, penghijauan hingga penataan aliran sungai. Sementara untuk jangka pendek, Ma’ruf meminta pemerintah dan masyarakat gotong royong bersama untuk menanggulangi bencana.

“Tingkatkan kewaspadaan karena dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem belum┬ábisa diprediksi dengan tepat,” kata Ma’ruf.

Diketahui Sejumlah daerah di Indonesia dilanda banjir dalam beberapa pekan terakhir. Banjir dialami mulai dari DKI Jakarta, Sintang dan Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Serdang Bedagai (Sergai), Simalungun Sumatera Utara, hingga Gresik Jawa Timur.

Di Sintang misalnya, banjir masih terjadi hingga 20 hari lebih. Sementara di Kapuas Hulu, jumlah rumah terendam banjir di tujuh kecamatan saat ini menjadi 3.362 rumah yang berada di pesisir Sungai Kapuas.