by

Awasi PTM Di SMA/SMK Jawa Barat, Dewan Jabar Abdul Muiz Minta Disiplin Prokes Bagi Semua

Bandung, Inionline.id – Dalam menjalankan fungsi pengawasannya, anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Abdul Muiz rutin melakukan kunjungan kerja ke berbagai SMA/SMK se-Jawa Barat.

Menurut legislator daerah pemilihan kota/kabupaten Sukabumi ini terkait dengan PTM yang sudah dilaksanakan kurang lebih 2 pekan dari beberapa kunjungan Komisi V dibeberapa lokasi di Bandung Raya maupun di beberapa titik memiliki data-data yang berbeda-beda.

“Alhamdulillah telah terlaksana PTM di SMA SMK Negeri Jawa Barat dibawah kewenangan Jawa Barat termasuk juga SLB, maksimal memang 50% walaupun dalam kenyataannya tidak harus 50% mungkin beberapa ada yang sekitaran 20%-25% tergantung dengan kesiapan sekolah dalam menerapkan prokes,” ujar Abdul Muiz, Kamis (14/10/2021).

Kemudian terkait dengan komunikasi terhadap pihak Satgas Kabupaten Kota maupun tingkat Kecamatan dan koordinasi juga dengan orang tua, secara aturan memang maksimal 50% hingga saat ini.

“Alhamdulillah sekolah SMA/SMK dan SLB Jawa Barat telah melaksanakan PTM, dan ini sudah ditunggu lama oleh orang tua murid karena memang dari Febuari hingga maret 2020 sudah 1 tahun  setengah lebih mereka belajar melalui jarak jauh atau dirumah melalui daring hingga ini memunculkan kerinduan yang luar biasa baik itu pihak murid maupun pihak sekolah diharapkan dengan PTM ini pembelajaran siswa akan lebih mengarah ke kualitas untuk mencapai kurikulum yang harus dikuasai,” kata Abdul Muiz.

Terlebih untuk SMK karena memang harus malahirkan calon-calon entrepreneur hingga mereka harus menggali skill dan keterampilan yang itu sangat mendesak dilakukan PTM dengan pembelajaran tatap muka.

“Kami berharap dengan pembelajaran tatap muka ini pihak sekolah benar-benar memastikan prokes ditempuh dengan tegas dan kewaspadaan yang tinggi agar jangan sampai PTM ini menimbulkan status baru dilingkungan sekolah, sehingga koordinasi Pemprov dengan Dinas Pendidikan tingkat Kabupaten dan Kota serta Satgas bersama berbagai pihak termasuk mungkin dengan Satpol PP agar kedisiplinan begitu datang dan pulang ke sekolah bisa dijaga,” pungkas Abdul Muiz.