by

Untuk Mencegah Lonjakan Covid di Akhir Tahun, Satgas akan Siapkan Kebijakan Baru

Inionline.id – Satgas Penanganan Covid-19 sedang mempersiapkan kebijakan tambahan untuk mengantisipasi gelombang ketiga lonjakan kasus virus corona yang diprediksi terjadi pada akhir tahun.

“Saat ini pemerintah sedang merancang kebijakan antisipasi lonjakan kasus khususnya dalam menghadapi pelaksanaan acara besar, periode libur panjang, maupun hari raya,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito melalui pesan singkat kepada, Rabu (13/10).

Wiku mengatakan bahwa semua elemen masyarakat perlu fokus dalam penegakan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan covid-19.

Sementara itu, pemerintah akan berupaya untuk meningkatkan strategi surveilans dan juga capaian program vaksinasi nasional.

“Jika telah rampung rincian kebijakannya, akan kami sampaikan kepada publik segera,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat untuk selalu waspada kendati penurunan kasus covid-19 di Indonesia terjadi secara signifikan.

Nadia juga menyebut pemerintah akan terus berupaya membuat kebijakan yang disesuaikan dengan perkembangan dan kondisi pandemi covid-19 di Tanah Air terkini.

“Jadi protokol kesehatan harus dijalankan termasuk penggunaan aplikasi PeduliLindungi, kami juga tetap mendorong tracing dan testing,” kata Nadia kepada, Rabu (13/10).

Namun, Nadia mengaku masih belum mengetahui secara pasti apakah pemerintah akan memperkuat regulasi atau merubah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) levelling menjadi PPKM Darurat kembali.

“Yang jelas PPKM terus dilanjutkan ya,” ujarnya.

Sejumlah ahli kesehatan dan epidemiolog memprediksi terjadi gelombang ketiga covid-19 pada Desember 2021 atau awal Januari 2021 buntut libur panjang Natal dan Tahun baru.

Selain itu, ancaman dari sejumlah varian baru mutasi virus SARS-CoV-2 juga dinilai dapat memicu gelombang covid-19 ketiga di Indonesia. Ditambah dengan relaksasi pemerintah terkini yang juga mulai membuka akses masuk wisatawan mancanegara berpotensi besar membawa penularan baru varian covid-19.