by

Penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia Mendapat Apresiasi Global

Inionline.id – Upaya pemerintah Indonesia menurunkan kasus positif Covid-19 mendapatkan apresiasi global.

Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam siaran pers Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9)-KPCPEN pada Rabu (15/09).

“Mengutip salah satu publikasi dari situs Ourworldindata.org, John Hopkins University CSSE Covid-19 Data, yang terakhir di update pada 12 September kemarin, menyatakan bahwa penanganan Covid-19 di Indonesia diapresiasi sebagai salah satu yang terbaik di dunia, karena mampu menurunkan angka kasus hingga 58 persen dalam kurun waktu 2 minggu,” papar Nadia.

Tren positif itu terus berusaha dipertahankan. Pada Senin (13/9), Indonesia mencatatkan angka temuan kasus harian terendah sejak Mei dengan 2.577 kasus. Nadia mengatakan, tren positif di hampir seluruh indikator menunjukkan keseriusan pemerintah mengendalikan pandemi.

Di sisi lain, Nadia juga mengingatkan bahwa tren positif ini harus dipertahankan, di mana upaya tersebut juga akan membutuhkan kontribusi masyarakat melalui penerapan protokol kesehatan yang disiplin dan vaksinasi Covid-19.

Dia menegaskan, pemerintah akan terus memastikan ketersediaan vaksin dan penyalurannya ke berbagai daerah. Hingga saat ini, cakupan vaksinasi di daerah masih menjadi fokus pemerintah sebagai elemen asesmen PPKM. Hal tersebut diperlukan untuk memastikan kesiapan daerah memasuki masa transisi hidup bersama Covid-19 dalam jangka panjang.

Selain itu, vaksinasi lansia menjadi salah satu prioritas dalam penanganan pandemi di tanah air. Pemerintah mencatat, bahwa angka kematian pada penduduk lansia masih tinggi. Di sisi lain, cakupan vaksinasi untuk kelompok tersebut masih terbilang rendah.

“Oleh karena itu, kami berharap stakeholder terkait terutama di daerah, untuk menyusun kembali strategi dalam menjangkau populasi rentan seperti lansia, sesuai dengan keunikan masalah di masing-masing wilayah,” tutur Nadia.

Menurutnya, seluruh pihak tetap harus waspada menghadapi varian baru virus corona yang terus bermutasi, termasuk menggalakkan upaya preventif berupa penguatan pengawasan area pintu masuk internasional.

Upaya tersebut di antaranya, mewajibkan pemeriksaan PCR pertama saat hari pertama kedatangan orang dari luar negeri, diikuti kewajiban karantina 8 hari. Pada masa karantina, akan dilakukan tes PCR kedua setelah hari ke-7 kedatangan, guna memastikan status kesehatan pelaku perjalanan.

Adapun Warga Negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA) yang telah melakukan vaksinasi di luar Indonesia juga dapat diverifikasi lewat fitur terbaru aplikasi PeduliLindungi. Pemerintah terus mendorong penggunaan aplikasi ini dalam penanganan pandemi, khususnya untuk memantau mobilitas masyarakat.

“Dengan adanya ancaman varian-varian baru virus Covid-19 serta pembukaan aktivitas masyarakat, bukan tidak mungkin gelombang selanjutnya dapat terjadi. Oleh karena itu, masyarakat tidak boleh lengah sebelum pandemi usai dengan tetap mematuhi protokol kesehatan serta menyegerakan vaksinasi,” ujar Nadia.