by

Marak Demo di Jakarta, Pakar Meminta Testing Corona Ditingkatkan

Inionline.id – Rangkaian aksi demo terjadi di DKI Jakarta akhir-akhir ini. Dikhawatirkan unjuk rasa menjadi wadah bagi penyebaran Corona.

Pakar epidemiologi Pandu Riono menyebut kegiatan demo bisa menyebabkan virus Corona tersebar dengan cepat. Pasalnya, massa berkerumun dan teriakan-teriakan saat demonstrasi menyebabkan droplet berhamburan.

“Kan unjuk rasa kan berteriak, bukan hanya berkerumun, berteriak itu kan kadang-kadang supaya teriakannya terdengar besar gitu kan kadang-kadang kan maskernya juga diturunin, (lalu) dipakai lagi ke atas, nah itulah. Jadi tidak mungkin konsisten pakai masker, karena demo kan orang kan pengin ada (teriak) yel-yel,” ujar Pandu Riono ketika dihubungi, Rabu (4/11/2020).

Ia meminta pemerintah untuk memperbanyak testing Corona bagi warga yang mengikuti demonstrasi. Hal itu guna menangkal penyebaran Corona.

“Kita kan harus membantu orang yang kalau ada yang terinfeksi, ya testingnya ditingkatkan. Kan biar jangan sampai menularkan kepada orang lain, kepada keluarganya. Jadi harus dites, jadi jangan turun (jumlah) testingnya. Kepada orang-orang yang berdemo kemarin, yang liburan panjang, kalau begitu ada gejala apapun atau demam atau ada gangguan penciuman itu segera tes aja,” kata Pandu.

Di kesempatan yang sama, Pandu menyayangkan jumlah testing Corona di Indonesia menurun.

“Saya nggak tahu ya, kenapa kok testingnya turun? Seharusnya testingnya terus ditingkatkan walau liburan walau demo, saya khawatir kasusnya kelihatannya kan trennya (kasus Corona) menurun, ini gara-gara testing, mungkin gitu,” lanjutnya.

Diketahui, beberapa minggu terakhir terjadi aksi unjuk rasa di DKI Jakarta. Mulai dari aksi mahasiswa dan buruh terkait penolakan pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja hingga demonstrasi ormas terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Dalam unjuk rasa itu, beberapa orang ada yang terlihat tidak memakai masker. Selain itu jaga jarak juga tak diterapkan secara maksimal.