by

Bantuan CSR SMP Islam Al Mansyuriah Parung Tak Kunjung Turun, Achmad Ru’yat Lakukan Aksi Nyata

Parung, Inionline.Id – Wakil ketua DPRD Jawa Barat, Achmad Ru’yat menggelar reses I tahun sidang 2020-2021 di Yayasan Al-Mansyuriah, Jalan raya Parung, Desa Parung, Kabupaten Bogor, pada Senin, (09/11/2020).

Dengan mengedepankan protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19, sebanyak 25 orang masyarakat tampak menghadiri acara tersebut.

Acep Hariyadi, S.Pd selaku kepala sekolah SMP Islam Parung mengungkapkan aspirasinya terkait robohnya tembok belakang sekolah serta retaknya salah satu ruang kelas yang mengancam keselamatan murid saat melakukan proses belajar.

“Sebenarnya bagian pertama kelas yang rusak itu ada 5 kelas, memang bangunannya sudah lama cuma waktu itu dibelakangnya ada tembok, saya tidak tahu apakah waktu itu penyebabnya apakah pembangunan gedung lain dekat sekolah atau bukan, tapi kenyataannya roboh tembok itu saat pembangunan kedua dari pembangunan gedung lain dekat sekolah pada saat pembuatan belakang,” kata Acep.

Lanjut, selain tembok pada bagian ujung-ujung genteng di atap bangunan juga roboh serta dirinya khawatir terdapat tembok ruang kelas yang retak dan ambles sedalam 10 centimeter.

Dirinya pun mengakui sebenarnya sudah pernah ada pihak CSR BJB yang datang untuk survei lokasi hanya saja sampai hari ini tidak ada kabar lagi.

“Artinya saya harus gerak cepat, karena kalau Januari pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan belajar kembali di sekolah, maka saya tidak punya kelas, makanya saya coba berbagai cara untuk mewujudkan perbaikan pembangunan kelas itu,” tutur Acep.

Proses survei yang dilakukan BJB ketika itu sebelum pandemi Covid-19 dan hingga kini belum ada kejelasan kabar lagi kepada pihak SMP Islam Parung.

Diskusi antara kepala sekolah SMP Islam Parung, (Acep Hariyadi) dengan Wakil ketua DPRD Jawa Barat (Achmad Ru’yat) saat mengetahui bantuan CSR BJB tidak kunjung turun, pada Senin (09/11/2020).

Achmad Ru’yat pun langsung bereaksi ketika mendengar kejadian tersebut, dirinya pun langsung mengkontak Direktur Utama BJB, Yuddy Renaldi.

“Kepala sekolah disini, pak Hariyadi sudah mengajukan permohonan bantuan dana CSR ke BJB dan tim verifikasi faktual dari BJB sudah turun untuk ruang kelas baru,” ujar Ru’yat.

Menurut Ru’yat, ruang kelas tersebut sangat diperlukan oleh SMP Islam Parung tapi belum ada tindak lanjut.

“Oleh karena itu sesuai dengan ketentuan bahwa pengajuan sudah dilakukan, dan survei sudah dilakukan, kami mohon untuk dapat dibantu, sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan pelayanan pendidikan di Jawa Barat khususnya di Parung, kepada pak Yuddy Renaldi Dirut BJB untuk memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat sesuai dengan peraturan, pengajuan sudah dilakukan, survei sudah dilakukan, semoga bisa diperhatikan,” tutup Ru’yat.