by

Ukur Dampak Dan Efektivitas, Program Perumahan Dievaluasi

Inionline.id – Selain menjalankan program perumahan, Ditjen Perumahan Kementerian PUPR juga melakukan evaluasi program. Evaluasi dilakukan untuk mendapatkan masukan dan perbaikan sehingga program perumahan bisa maksimal dan dirasakan dampaknya langsung oleh masyarakat.

Berbagai program di bidang perumahan yang dikeluarkan pemerintah tentunya harus dijalankan dengan baik agar hasilnya bisa terlihat dan dampaknya maksimal bagi masyarakat banyak. Selain itu, berbagai program juga perlu dievaluasi untuk mencari berbagai kekurangannya sehingga bisa dihasilkan program yang semakin baik.

Untuk itu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan evaluasi mengenai dampak program perumahan bagi masyarakat. Evaluasi ini dilakukan oleh Ditjen Perumahan Kementerian PUPR untuk mengetahui masukan dan saran serta monitoring apakah pemerintah daerah serta masyarakat terbantu dalam program perumahan yang telah ditetapkan.

Menurut Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaran Perumahan Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Dwityo Akoro Soeranto, evaluasi terhadap hasil penyediaan perumahan untuk masyarakat ini sangat penting salah satunya untuk mengetahui efektifitas program maupun berbagai perbaikan yang bisa dilakukan.

“Ada banyak hal yang bisa kita dapatkan dari program evaluasi di sektor perumahan ini. Kita bisa mengetahui manfaat penyediaan perumahan secara langsung terhadap masyarakat, berbagai dampaknya, serta imbasnya terhadap kondisi sosial ekonomi di berbagai daerah,” ujarnya.

Evaluasi  juga bertujuan untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai pemanfaatan program Ditjen Perumahan. Ada beberapa program yang dievaluasi meliputi pembangunan rumah susun, pembangunan rumah khusus, bantuan stimulan pembangunan baru dan peningkatan kualitas rumah swadaya, bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU), dan sebagainya.

Tujuan lainnya yaitu untuk mendapatkan informasi dan masukan mengenai dampak sosial ekonomi dari berbagai program ini khususnya untuk masyarakat di akar rumput. Selain itu juga untuk mengetahui pandangan dan tanggapan dari dinas perumahan di berbagai kabupaten, kota, dan provinsi terkait hasil pembangunan perumahan.

Informasi maupun saran yang masuk dari berbagai pihak bisa dijadikan perbaikan untuk meningkatkan pemanfaatan program perumahan ke depannya. Ditjen Perumahan juga akan secara berkala melakukan monitoring langsung ke lapangan hingga melakukan wawancara langsung kepada penerima bantuan.

Saat ini ada berbagai program yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemerintah daerah. Misalnya program pembangunan rumah susun bagi aparatur sipil negara (ASN), masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pekerja, santri, hingga mahasiswa. Ada juga program pembangunan rumah khusus untuk nelayan, masyarakat perbatasan, dan peruntukan khusus lainnya. Kemudian program bedah rumah, bantuan PSU, dan beberapa program perumahan lainnya.

“Kami berharap seluruh program penyediaan perumahan ini bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat dan nantinya akan ada banyak aset perumahan yang diserahkan kepada pemerintah daerah. Pihak pemerintah daerah juga bisa mereplikasi program perumahan Kementerian PUPR kemudian disesuaikan dengan dana APBD yang ada,” imbuh Dwityo.