by

BI Ungkap 91,3 Juta Masyarakat Masih Belum Terjamah Layanan Bank

Inionline.id – Bank Indonesia(BI) mencatat sebanyak 91,3 juta masyarakat masih belum tersentuh layanan finansial atau perbankan (unbankable) hingga saat ini.

Padahal, kata Kepala Group Review dan Pengembangan Surveilans dan Pengawasan Departemen Surveilans Sistem Keuangan BI Yanti Setiawan, industri perbankan digital kian pesat dan makin mudah diakses.

Selain masyarakat unbankable, ujar Yani, ada pula 62,9 juta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang belum terkoneksi dengan lembaga pembiayaan dan perbankan. Hal ini sempat membuat pemerintah kesulitan menyalurkan bantuan pembiayaan murah kepada pelaku UMKM yang terdampak pandemi covid-19.

“Mereka membutuhkan akses pada ekonomi dan keuangan digital yang seharusnya dapat kita garap melalui proses digitalisasi,” ujar Yanti dalam webinar bertajuk Tumbuh Bersama dalam Ekosistem Digital dengan Mandiri Application Programming Interface (API), Senin (14/9).

Lantaran itu lah, tegas Yani, industri jasa keuangan harus lebih aktif menjangkau masyarakat, salah satunya melalui penggunaan application programing interface (API).

Menurut Yani pengembangan API sangat tepat untuk mendukung konsep open banking dan Interlink Bank dengan financial technology (fintech) yang memudahkan pemilik gadget melakukan transaksi. Dengan demikian, pembiayaan lewat perbankan akan makin mudah dijangkau dengan seluruh lapisan masyarakat.

Sebagai regulator BI juga terus mendukung proses digitalisasi melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025).

“Menjadi perhatian bagi kami sebagai regulator untuk menjaga keseimbangan tracking drive balance dalam rangka mendukung inovasi maupun tetap menjaga risiko pada sistem keuangan itu sendiri, dengan landasan itulah maka BI telah meluncurkan BSPI 2025,” kata Yanti.