by

Pemerintah Diminta Rancang Protokol Pembelajaran di Sekolah

Inionline.id – Pemerintah diminta merancang protokol pembelajaran siswa di sekolah selama pandemi virus korona (covid-19). Protokol ini untuk mengatur sistem belajar siswa dengan memperhatikan kondisi penyebaran covid-19 di sekitar sekolah.

“Jadi kebijakan tidak bisa dipukul rata, (sistem) belajar bisa diterapkan bagi masing-masing sekolah,” kata pengamat pendidikan Ina Liem kepada, Jumat, 29 Mei 2020.

Menurut dia, pemerintah seharusnya sudah membuat protokol tetap terkait pembelajaran siswa di sekolah sebelum memutuskan untuk membuka sekolah. Sebab jumlah siswa, dan kesiapan pendidikan jarak jauh (PJJ) dari setiap sekolah berbeda.

Dia mengatakan ada sekolah yang jumlah siswanya 10-15 orang per angkatan atau satu angkatan hanya satu kelas. Sekolah ini lebih memungkinkan untuk menerapkan jaga jarak fisik (physical distancing) dibanding sekolah yang satu angkatan terdiri atas 10 kelas dengan masing-masing 30-40 siswa.

“Ada baiknya pemerintah membuat protokol pusat, kemudian pihak sekolah (diberi kebebasan) membuat protokol masing-masing, namun tetap mengikuti protokol pusat tentunya,” ucap Ina.

Dia meminta pemerintah menyosialisasikan kebijakan tersebut ke daerah. Kemudian pemerintah daerah menyampaikan kebijakan itu ke sekolah. Sehingga, sekolah dapat menyusun kebijakan sendiri dengan menyesuaikan protokol pusat.

“Setelah itu dari sekolah (sosialisasi) ke orang tua. Ini harus jelas. Kalau tidak, ini yang membuat orang tua khawatir,” ujar Ina.

Dia juga meminta pemerintah membuat standar evaluasi baru di akhir tahun ajaran 2020/2021. Standar kenaikan dan kelulusan selama masa pandemi covid-19 harus berbeda dari tahun sebelumnya.

“Idealnya, covid sudah nol baru masuk sekolah. Tapi fakta pahit harus kita terima, berdasarkan perkiraan, covid tidak akan hilang, khususnya dalam waktu dekat. Kita bicara satu sampai tiga tahun,” ujar dia.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan DKI Jakarta berencana kembali meneruskan proses belajar mengajar siswa di sekolah. Sekolah bakal dibuka pada 13 Juli 2020. Keputusan ini menuai kritik dari berbagai kalangan masyarakat.