Pelaku Perundungan di Bandung Dipastikan TNI Bukan Keluarga Jenderal

Inionline.id – Mabes TNI Angkatan Darat memastikan jika remaja diduga melakukan aksi perundungan di Bandung, bukan keponakan Jenderal TNI. Remaja tersebut mengaku sebagai keponakan dari Mayjen Rifki Nawawi.

“Narasi dalam video yang diunggah bahwa pelaku memiliki hubungan kerabat dengan Mayjen TNI Rifky Nawawi adalah tidak benar. Pelaku hanya mengaku-aku kerabat Mayjen TNI Rifky Nawawi,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Kristomei Sianturi, saat dihubungi, Senin (29/4).

Kristomei juga mengatakan berdasar keterangan dari polisi terduga pelaku perundungan masih dalam pengejaran, bukan dilepas karena mengaku memiliki kekerabatan dengan anggota TNI AD bernama Mayjen Rifky Nawawi.

“Saat ini pelaku perundungan melarikan diri dan masih dalam pengejaran pihak Kepolisian atau belum tertangkap,” ujarnya.

Sementara itu, Kapendam III Siliwangi Kolonel Infanteri Davy Darma Putra mengatakan karena kasusnya tidak melibatkan anggota TNI AD, melainkan melibatkan warga sipil, maka proses penyelidikan dilakukan oleh pihak kepolisian dan tidak melibatkan polisi militer.

“Tidak. Kan sudah jelas pelakunya warga sipil. Prosesnya di kepolisian,” kata Davy saat dikonfirmasi.

Aksi perundungan terjadi di Kota Bandung. Perundungan tersebut menjadi viral karena pelaku menyiarkan secara langsung aksi tersebut.

Terdengar dari siaran langsung yang unggah ulang beberapa akun Instagram, terdengar ada dua orang pelaku yang melakukan perundungan terhadap satu orang korban.

“Ku aing ditusuk (sama saya ditusuk),” ungkap salah seorang pelaku sambil mengumpat dengan berkata kasar kepada korban perundungan.

Pada video itu juga terdengar ada suara pelaku yang lainnya yang mengancam korban. Terdengar juga korban berteriak kesakitan usai mendapat perlakuan kasar dari pelaku.

Dalam video lainnya terlihat seorang remaja pria yang diduga pelaku tengah melakukan siaran langsung dengan waktu dan tempat berbeda.

Remaja yang diduga pelaku itu mengaku merupakan keponakan dari seorang jenderal. Remaja itu nampak menantang kepada polisi dengan kalimat tidak takut ditahan dalam penjara.

“Meskipun om aing jenderal, aing can pernah minta tulung ka om aing nu jenderal (Meski om saya jenderal, saya tidak pernah minta tolong ke om saya). Sok searching di Google (coba cari di Google), Mayjen Rifki Nawawi. Bodo amat aing mah, rek di bui nya di bui (bodo amat saya, mau dipenjara ya dipenjara saja),” ungkap orang yang diduga pelaku terlihat bersama beberapa rekannya.

Warganet nampak geram dengan tingkah pelaku. Beberapa dari komentar yang diunggah, meminta polisi menangkap pelaku tersebut.

Kapolsek Bojongloa Kidul Ari Purwantono mengatakan korban perundungan merupakan anak di bawah umur. Dalam penyelidikannya, Unit Reskrim Polsek bakal menggandeng Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Bandung.

“Sudah ditangani, korban di bawah umur. Pelaku masih dalam penyelidikan,” kata dia, Minggu (28/4).