Akibat Banjir Bandang, Warga Palopo Kesulitan Air Bersih

Antar Daerah557 views

Inionline.id – Setelah tiga kali diterjang banjir bandang dalam sebulan, warga di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), kesulitan mendapatkan air bersih. Krisis air bersih terjadi karena air milik PDAM tercampur dengan lumpur akibat banjir.

Dikutip dari detikSulsel, banjir bandang terakhir kali menerjang Palopo pada Kamis (28/3) jelang tengah malam. Ada empat kecamatan yang terdampak banjir, yakni Kecamatan Mungkajang, Wara, Wara Timur, dan Wara Selatan.

Warga bernama Ihwan di Jalan Cikalang, Kelurahan Surutanga, Kecamatan Wara Timur, mengatakan air bersih sudah tidak mengalir sejak Jumat (29/3). Dia terpaksa mengambil air bersih di masjid terdekat.

“Kita ambil air bersih di masjid terdekat,” ujar Ihwan saat diwawancara Sabtu (30/3).

Ihwan menyebut, setidaknya ada 500 kepala keluarga (KK) yang menderita akibat krisis air bersih. Dia menyebut air penampungan di masjid juga semakin hari semakin menipis.

“Jalan Cikalang, ada 500 KK kurang lebih di sini. Butuh air bersih karena mau dipakai masak. Kalau kita ambil di masjid terus, air di penampungannya juga menipis, banyak warga butuh,” tuturnya.

Penjelasan PDAM Kota Palopo

Humas PDAM Kota Palopo Novita Sari mengakui distribusi air bersih memang mengalami gangguan akibat banjir. Dia menyebut air tercampur dengan lumpur.

“Memang mengalami gangguan akibat peristiwa banjir bandang, kondisi air baku kita bercampur dengan lumpur, jadi ada endapan. Sementara kami mengusahakan agar distribusi air segera dilakukan,” kata Novita saat dihubungi.

Novita menjelaskan PDAM Kota Palopo berencana berkeliling mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak. Selain itu, mereka juga sedang berupaya untuk mengatasi titik-titik yang mengalami kekurangan air bersih.

“Sementara tim teknisi melakukan perbaikan. Tim juga akan melakukan distribusi air bersih di beberapa lokasi yang terdampak seperti di Jalan Cakalang, Jendral Sudirman, Ahmad Dahlan, dan Binturu,” ucapnya.