Harga Tiket Bus di Terminal Bekasi Mengalami Kenaikan 20%

Antar Daerah2657 views

Inionline.id – H-4 Idul Fitri atau Lebaran 2022 Harga tiket bus di Terminal Bekasi, Jawa Barat, mulai mengalami kenaikan. Kenaikan terjadi sekitar 20 persen dibanding harga biasa.

Plt Kepala Seksi (Kasie) Bina Terminal, Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Andarias Sorah, kenaikan harga tiket terjadi pada bus tujuan Sumatera, Jawa Tengah serta Jawa Timur.

“Harga tiket ada yang naik ada yang nggak, termasuk PO Primajasa tidak ada kenaikan, untuk yang Sumatera ada sekitar 20 persenan, yang Jawa ada 20 persenan, yang Jawa Barat, bus Budiman saya survei kemarin ada kenaikan Rp 20.000-an, jadi bervariasi lah,” ujar Sorah di Terminal Kota Bekasi, Kamis (28/4/2022).

Sorah mengatakan pihaknya telah mengantisipasi kenaikan harga tiket agar tidak memberatkan masyarakat. Dia mengimbau masyarakat untuk mudik menggunakan transportasi umum.

Dia mengatakan ada 1.834 orang pemudik yang telah berangkat dari Terminal Bekasi sejak 25 April hingga hari ini. Sorah mengatakan para pemudik mayoritas menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Berbagai jurusan, ada ke Jawa Barat, Jawa (Tengah-Timur) dan Sumatera, (yang banyak) Jawa Tengah, yang kedua Jawa Barat, yang ketiga Sumatera,” ucapnya.

Sorah menyebut bus telah terisi 80-100 persen. Pihaknya juga menambah jam operasional terminal untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

“Jam operasional nambah sekitar 1 sampai 1,5 jam untuk mengantisipasi penumpang yang mau mudik di malam hari,” ucapnya.

Dia juga meminta masyarakat yang hendak mudik waspada terhadap calo. Dia mengimbau warga untuk membeli tiket dari loket ataupun situs resmi perusahaan bus.

“Tips untuk calon pemudik, khususnya di Terminal Bekasi, kami dari Dinas Perhubungan mengimbau untuk mencari informasi yang resmi karena perusahaan bus sudah ada yang menerima pembelian tiket secara online,” tutur Sorah.

Sorah juga mengatakan warga bisa melapor ke Dishub Bekasi jika menemukan praktik calo. Dia mengatakan Dishub Bekasi juga bakal merazia kendaraan gelap untuk mengangkut pemudik.

“Kita juga mengantisipasi mobil-mobil yang gelap, jadi petugas kita memeriksa juga kendaraannya. Kalau tidak terdaftar di kita, kita suruh langsung jalan tidak boleh transit,” ucapnya.