by

Ribuan Buruh Banjiri Alun-alun Majalengka Menolak Penetapan UMK

Inionline.id – Di depan Kantor Bupati Majalengka ribuan buruh menggelar aksi unjuk rasa. Ribuan massa yang berasal dari Aliansi Buruh Majalengka ini merasa tidak puas akan penetapan besaran UMK 2022 yang hanya naik sebesar Rp 36 ribu.

Massa buruh mulai berdatangan di kawasan Alun-alun Majalengka sekitar pukul 13.00 WIB dengan menggunakan ratusan sepeda motor serta 3 unit mobil komando.

Banyaknya jumlah buruh yang datang sempat membuat jalan KH Abdul Halim tidak bisa dilalui kendaraan. Bahkan kawasan alun-alun telah dipenuhi oleh massa buruh. Baru sekitar pukul 13.30 WIB, massa buruh mulai menyampaikan aspirasinya.

Dalam aspirasi yang disampaikan beberapa kordinator aksi, buruh Majalengka tidak terima dengan hasil penetapan UMK 2022 yang telah disepakati oleh Dewan Pengupahan dalam rapat pleno pada Selasa kemarin.

“Kami menyatakan keprihatinan yang sedalam-dalamnya atas putusan kemarin yang hanya naik Rp 36 ribu atau Rp 1.200 per hari, itu sama saja dengan harga pakan ayam untuk satu hari,” tegas Ketua Aliansi Buruh Majalengka Joko Purnomo dalam orasinya.

“Apakah kalian ikhlas?” lanjutnya berorasi yang kemudian disambut teriakan massa buruh.

Massa kemudian menyuarakan untuk bertemu dengan Bupati Majalengka Karna Sobahi. Sayangnya dari informasi yang didapat, Bupati Majalengka tidak sedang berada di kantornya.

Massa buruh kemudian mengancam akan tetap bertahan di depan Kantor Bupati. Bahkan massa mengancam untuk masuk ke dalam jika kehadirannya tidak ditemui oleh perwakilan dari pemerintah.

“Kalau tidak mendatangani rekomendasi, sampai jam 5 sore, kita tidur di rumah kita, kita masuk ke dalam menikmati fasilitas yang dirasakan pejabat,” ucap Ricki Sulaeman salah satu kordinator aksi lainnya.

Tidak berselang lama, beberapa orang perwakilan buruh kemudian dipersilakan masuk ke dalam area kantor Bupati Majalengka. Mereka akan menggelar audiensi dengan Sekda Majalengka.

Hingga berita ini ditulis, perwakilan massa buruh masih beraudiensi dengan Sekda Majalengka.