by

Indonesia dan Inggris Teken Kerja Sama Dalam Rangka Penanggulangan Terorisme

Inionline.id  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar dan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab bertemu dalam Foreign Partnership Forum Indonesia dan Inggris. Keduanya menjadi perwakilan masing-masing negara untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dengan Inggris dalam rangka penanggulangan terorisme.

Menurut Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT Andhika Chrisnayudhanto, kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Inggris melingkupi dalam hal pertukaran informasi terkait strategi, pengalaman, rehabilitasi terhadap Foreign Terrorist Fighter dan keluarganya, serta meningkatkan kerja sama antar lembaga penegak hukum dalam rangka mencegah dan menanggulangi kejahatan terorisme.

Andhika menilai momen ini menjadi prestasi bagi pemerintah Indonesia yang telah menjalin perjanjian bersama lima negara anggota tetap Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Ini salah satu prestasi di mana BNPT khususnya Pemerintah Indonesia sudah memiliki perjanjian dengan 5 negara tetap anggota PBB. Jadi dengan Amerika kita sudah, dengan Inggris baru tanda tangan, kemudian dengan Perancis, Rusia, dan China,” ungkap Andhika dalam keterangan tertulis, Kamis (8/4/2021).

Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki perjanjian dalam rangka penanggulangan terorisme terkait dengan perdamaian dan keamanan internasional.

“Hal ini juga menunjukkan bahwa Indonesia bisa tanda tangan dengan negara-negara anggota tetap PBB. Ini menunjukkan betapa Indonesia ikut turut serta aktif dalam upaya memelihara perdamaian internasional,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan penandatanganan perjanjian kerja sama penanggulangan terorisme ini akan menjadi platform Indonesia untuk memperkuat kerja sama keamanan terhadap ancaman terorisme.

Diketahui, acara yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat pada Rabu (7/4) ini juga dihadiri oleh Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT, Andhika Chrisnayudhanto serta Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi yang mendampingi Menlu Inggris.