Gerakan Bogor Bersinar Bukti Nyata Pemkot Bogor Perangi Narkoba

Antar Daerah257 views

Bogor, Inionline.Id – Pemerintah Kota Bogor menggelar sosialisasi Program Bogor Bersih Narkoba (Bogor Bersinar) pada minggu (13/10). Berlokasi di Taman Ekspresi, Kota Bogor tampak Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat memimpin acara tersebut yang dimulai pada pukul 06.00 WIB.
Pemkot Bogor tidak hanya sendiri, mereka turut menggandeng Anggota DPRD provinsi Jawa Barat, Polresta Bogor, Granat, Rumah Sakit Marzuki Mahdi, Dinas Kesehatan Kota Bogor, Pelajar Kota Bogor, Komunitas Anak Muda, serta menghadirkan para mantan pecandu narkoba pada acara tersebut. “Hari ini saya suka, karena kami semua bisa gawe bareng-bareng, walaupun ini jadinya motto BNK, Tapi kita gawenya bareng-bareng dengan seluruh komunitas yang punya keinginan untuk meminimalisir bahaya narkoba di Kota Bogor,” ujar Ade Sarip.
Selain itu Sekda juga berharap jika acara sosialisasi seperti ini hasilnya baik setelah di evaluasi maka dirinya ingin acara serupa di gelar di tempat-tempat lain dengan konsep acara yang sama. “Saya pikir ini lebih efektif ya daripada di kumpulkan di dalam ruangan, guru di berikan sosialisasi, PKK diberikan sosialisasi, mungkin konsep seperti ini lebih efektif,” ujar Ade.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang hadir pada acara tersebut, Iwan Suryawan juga memiliki pendapat sendiri terkait acara yang dihelat dengan suasana meriah khas generasi milenial ini. Iwan berpendapat bahwa semuanya berpangkal dari pencegahan terhadap penggunaan narkoba setelah itu bagaimana caranya supaya masyarakat juga tidak terkena HIV Aids, dua hal ini biasanya terjadi beriringan. “Nah Pemkot Bogor bersama seluruh elemen yang terlibat hari ini berkepentingan untuk memberikan sosialisasi yang bentuknya lebih menarik khususnya kepada para anak muda,” ujar Iwan.
Berdasarkan dari data KPA Kota Bogor jumlah penderita baru HIV yang mengalami penurunan jumlah sejak 2016 hingga juni 2019 di klaim Iwan sebagai keberhasilan KPA Kota Bogor dalam upaya bidang sosialisasi dan pencegahan bahaya HIV aids, hanya saja karena sifatnya dinamis dirinya menegaskan tidak bisa berhenti menjalankan program walaupun terjadi angka penurunan kasus. “Karena masalah ini seperti fenomena gunung es, di atas kelihatannya sedikit tetapi di bawahnya masih banyak, maka dari itu pencegahan menjadi sangat penting,” pungkas Iwan. (JC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *