by

Komisi V DPRD Jabar Desak Pemprov Jabar Tingkatkan Anggaran Sosial dan Tanggap Bencana

Bandung, Inionline.id – Imbas dari minimnya bantuan sosial (bansos) banjir bandang Sukabumi dari pemerintah provinsi Jawa Barat kepada wilayah terdampak bencana, Komisi V terus mendesak dan memperjuangkan peningkatan anggaran kepada dinas sosial Jawa Barat, hal ini diungkapkan oleh anggota komisi V DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan saat dihubungi melalui sambungan selular pada Jum’at (25/09/2020).

Menurut Iwan, pada Kamis (24/09/2020), komisi V DPRD Jawa Barat telah mengadakan rapat perubahan anggaran 2020 dengan usulan mendorong dinas sosial Jabar mendapatkan anggaran yang sangat cukup mengatasi masalah-masalah yang tidak bisa diprediksi.

“Sementara saat ini posisinya anggaran dinas sosial Jawa Barat masih kecil sekali, disinilah letak perhatian yang sangat kurang sekali dari pemerintah provinsi Jawa Barat terkait dengan masalah-masalah sosial, hal ini dibuktikan dengan jumlah anggaran dinas yang kecil di dinas sosial,” ujar Iwan.

Dirinya menambahkan, jumlah anggaran dari 120 miliar rupiah pada tahun 2020, kemudian terkena refocusing hampir 40% lebih, sehingga sisanya tinggal 60 miliar rupiah.

“Artinya dalam situasi bencana inikan seperti sekarang ini walaupun leading sectornya dilimpahkan ke satgas Covid, tapi dinas sosial sebagai dinas yang memberikan layanan kepada masyarakat dalam masalah-masalah kemanusiaan, sosial, dan lain sebagainya, justru harusnya diperkuat,” tegas Iwan.

Legislator asal Kota Bogor ini juga menjabarkan bahwa perhitungan kemampuan dinas sosial Jabar baru sebatas membantu 3000 kepala keluarga saja jika dirata-ratakan.

“Padahal di Jawa tengah itu sampai 6000 kepala keluarga, Jawa Timur lebih tinggi lagi, DKI Jakarta lebih tinggi lagi, ini tidak tahu nih masalahnya dimana dan kita harus cari tapi, yang kita pahami dengan kondisi perhatian anggaran yang diberikan kepada dinas sosial itu sangat minim, maka dari itu komisi V DPRD Jawa Barat mendorong untuk terjadi penambahan anggaran untuk menghadapi situasi yang belum menentu sampai saat ini, satu pandemi Covid-19, satu lagi bencana, belum lagi masalah PMKS diluar itu,” tutur Iwan.

Dirinya pun menyoroti bantuan awal pemprov Jabar kepada korban banjir bandang Sukabumi yang hanya senilai 25 juta rupiah jika ditotalkan. “Itu yang kemarin kita angkat, siapkan dong harusnya ketika ada bencana, tagananya turun sudah dengan full bantuan harusnya, cumakan tidak bisa dilakukan karena tadi, barangnya juga tidak ada, kita sudah usulkan diperubahan anggaran cuma mungkin kenaikannya tidak signifikan, sudah dihitung, yang sudah oke baru 1,2 miliar ditambah dinas sosial juga mengajukan 1,8 miliar rupiah,” imbuh Iwan.

Lebih lanjut dirinya berharap agar jumlah anggaran dinas sosial Jawa Barat ini bisa ditambahkan lebih lagi dari usulan yang sekarang.