by

Tahun Ajaran akan Baru Dimulai Juli, PGRI Beri Catatan

Inionline.id – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi mendukung, jika tahun ajaran baru dimulai 13 Juli 2020. Hal ini sesuai dengan kalender pendidikan yang dirancang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“PGRI memandang bahwa tahun baru sesuai kalender akademik, tetap dapat dilaksanakan bulan Juli 2020,” kata Unifah dalam keterangannya, Minggu, 31 Mei 2020.

Untuk itu polemik pemunduran tahun ajaran baru ke bulan Desember 2020 ataupun Januari 2021 tak perlu lagi menjadi perdebatan. Namun, karena kembali dimulai Juli, PGRI pun memberi sejumlah catatan untuk Pemerintah.

“PGRI meminta sebisa mungkin agar sekolah tetap dengan pembelajaran secara daring,” tambah Unifah.

Pun jika ada keputusan untuk membuka sekolah di zona hijau, Unifah meminta Kemendikbud berhati-hati. Hal ini guna meminimalisir penyebaran virus korona di sekolah.

“Bisa metode belajarĀ blended learning. Atau jika di luar jaringan, maka harus ada protokol kesehatan yang sangat ketat agar sekolah tidak menjadi klaster baru dalam penyebaran covid-19,” ujar Unifah.

Sebelumnya, Kemendikbud memastikan tahun ajaran baru akan dimulai pada 13 Juli 2020. Dimulainya tahun ajaran baru bukan berarti sekolah akan dibuka untuk kegiatan tatap muka.

Sekolah yang berada di zona merah atau kuning akan terus menggunakan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring. Sedangkan sekolah di zona hijau akan dipertimbangkan untuk kembali dibuka untuk kegiatan belajar mengajar tatap muka.

“Tapi nanti penjelasan detailnya mohon bersabar menunggu minggu depan. Kemungkinan diumumkan sendiri oleh pak Mendikbud (Nadiem Makarim) koordinasi dengan gugas, jadi tiap daerah tidak bisa membuat keputusan sepihak,” ujar Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad, dalam konferensi video, Kamis 28 Mei 2020.