Soal Pendidikan Kabupaten Bogor, Begini Kata Sulhajji Jompa dan Rieke Iskandar

Politik1357 views

BOGOR, Inionline.id – Bakal Calon Bupati Bogor Sulhajji Jompa dan Rieke Iskandar menyoroti permasalahan pendidikan di Kabupaten Bogor.

Dua figur ini tampil sebagai pembicara di acara Cetak Biru Kabupaten Bogor Seri Ketiga yang digelar Lembaga Studi Visi Nusantara (LS) Vinus di Cibinong, Rabu (19/6/2024).

Turut hadir pada diskusi itu Direktur Eksekutif Ls Vinus Yusfitriadi.

Salah satu poin yang diangkat adalah soal anggaran 20 persen dari APBD Kabupaten Bogor yang dialokasikan untuk pendidikan.

Menurut Sulhajji Jompa, anggaran yang sudah ada saat ini harus dioptimalkan.

“Soal anggaran saya kira keberpihakan sudah luar biasa dengan alokasi 20 persen dari APBN maupun APBD,” ujar Sulhajji.

Hanya saja, lanjutnya, apabila dibedah lebih dalam, alokasi anggaran ini belum maksimal dan tidak fokus sehingga muncul persoalan sekolah rusak hingga pungutan liar.

“Jadi jangan salahkan sekolahnya kalau ada yang memohon anggaran ke orangtua siswa untuk pembangunan,” terang fungsionaris Golkar ini.

Di tempat yang sama bakal calon bupati Bogor Rieke Iskandar yang dikenal dengan slogan Edan menyebut, jika masalah pendidikan di Kabupaten Bogor ini sangat krusial.

Menurutnya, anggaran pendidikan 20 persen dari APBD Kabupaten Bogor itu sudah optimal.

Hanya saja, kata Rieke, harus ada penambahan seperti anggaran tambahan untuk sekolah swasta dan non formal.

“Sekarang ini hanya diberikan program saja, padahal bisa dilakukan dengan meningkatkan lifeskill, baik guru maupun siswa,” tukasnya.

Soal anggaran, lanjut Rieke, bisa dibahas kembali bersama-sama dengan para stakeholder.

“Anggaran pastinya akan kita maksimalkan,” imbuh Rieke.

Direktur Eksekutif LS Vinus Yusfitriadi menuturkan, ini adalah diskusi ketiga yang diadakan oleh lembaganya.

Kata Yusfitriadi, diskusi serial yang menghadirkan sejumlah bakal calon bupati dan wakil bupati Bogor ini untuk memperkenalkan dan mendengarkan visi, misi dan gagasan para bakal calon.

Sehingga, ujar Yusfitriadi, masyarakat bisa menentukan pilihannya siapa bakal calon bupati dan wakil bupati Bogor pada Pilkada 2024.

Selain itu, Yusfitriadi juga berkomitmen akan terus memberikan edukasi soal pilkada kepada masyarakat.

“LS Vinus berkomitmen untuk terus memberikan edukasi politik kepada masyarakat,” pungkas Yus.