karena Waswas Perang, Jerman Membuat Wajib Militer Model Baru

Internasional1357 views

Inionline.id – Jerman bakal memperkenalkan model wajib militer (wamil) baru untuk warganya karena waswas perang dengan Rusia.

Kabar itu diumumkan Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius pada Rabu (12/6).

Pistorius menyebut pemerintah tak akan lagi mengikuti model wamil era Perang Dingin. Saat ini, pemerintah bakal fokus untuk meningkatkan jumlah rekrutan yang bersedia sukarela wajib militer.

“Pria-pria muda yang berusia 18 tahun akan menerima kuesioner dari kami yang berisi pertanyaan tentang kualifikasi minat, kecintaan pada olahraga, dan apakah mereka tertarik untuk menjadi sukarelawan untuk angkatan bersenjata,” ujar Pistorius, dikutip dari Anadolu Agency.

Sementara itu, bagi perempuan yang berusia 18 tahun, juga akan menerima kuesioner serupa. Kendati, tak ada kewajiban untuk mengikutinya.

“Perempuan yang berusia 18 tahun juga akan menerima kuesioner ini, tetapi tidak dengan kewajiban, karena mereka tidak dikenakan wajib militer menurut konstitusi,” katanya.

Meski begitu, pemerintah bakal terus mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan jumlah perempuan yang bersedia sukarela bertugas di militer.

“Saat ini kami memiliki 10.000 sukarelawan yang melakukan wajib militer. Dengan diperkenalkannya model baru ini, kami berasumsi bahwa kami bisa melatih 5.000 anggota wamil tambahan di tahun pertama. Tujuan kami adalah membiarkan jumlah ini meningkat dari tahun ke tahun,” ujar dia.

Di bawah model baru ini, para volunter akan diminta untuk menyelesaikan enam bulan wajib militer dasar. Secara total, mereka bisa mengikuti wamil selama 23 bulan.

Nantinya, para volunter akan menerima gaji militer bulanan sebesar 1.800 euro atau sekitar Rp31,6 juta.

Kementerian Pertahanan Jerman berencana meningkatkan jumlah personel militer menjadi 203.000 pada 2031, dari sekitar 181.000 sekarang.

Negara ini telah menangguhkan wajib militer pada 2011 dan beralih ke sistem tentara profesional.