Bahas Manajemen Haji, Sri Mulyani Penuhi Undangan Raja Salman

Ekonomi957 views

Inionline.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani diundang oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammed bin Salman Al Saud untuk datang ke Royal Court Mina.

Momen itu diunggah oleh Sri Mulyani lewat akun instagramnya @smindrawati. Tampak Sri Mulyani menggunakan baju serta penutup kepala berwarna biru saat menghadiri acara tersebut.

Sri Mulyani duduk di kursi barisan depan, sejajar dengan Raja Salman dan Putra Mahkota.

“Alhamdulillah, menghadiri undangan dari Custodian Two Holy Mosques Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Crown Prince dan Perdana Menteri Mohammad bin Salman resepsi delegasi tamu haji di Royal Court Mina,” tulis Sri Mulyani dalam keterangan unggahan foto tersebut, Selasa (18/6).

Sri Mulyani mengatakan dalam pertemuan itu ia mendengarkan laporan dari Menteri Urusan Haji dan Umroh Saudi Arabia Tawfiq-Al Rabiah tentang penyelenggaraan Haji 1445 H.

“Mendengarkan laporan Menteri Urusan Hajj dan Umroh Saudi Arabia Tawfiq-Al Rabiah tentang penyelenggaraan Haji 1445 H yang telah berjalan aman dan damai serta berbagai reform pembaharuan perbaikan manajemen Haji yang sungguh luar biasa kompleks. Subahanallah,” ujarnya.

“Semoga ibadah haji seluruh tamu Allah SWT diterima serta mabrur/mabruroh dan segala dosa diampuni Allah SWT. Aamiin YRA,” katanya.

Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah kuota haji terbanyak di dunia, dengan 241 ribu jemaah. Semula RI hanya mendapatkan 221 ribu untuk tahun 2024, tapi kemudian pemerintah Arab Saudi memberikan kuota tambahan 20 ribu jemaah. Di urutan kedua terdapat Pakistan yang mendapatkan kuota 179 ribu.

Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 138 jemaah dari Indonesia meninggal dunia ketika menunaikan ibadah haji di tanah suci.

Konsul Haji Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Nasrullah Jasam, mengatakan 138 jemaah tersebut meninggal dunia akibat berbagai faktor, salah satunya ialah heatstroke.

Kendati begitu, heatstroke tidak menjadi penyebab langsung kematian jemaah.

“Tahun 2023 di hari yang sama (Senin, 17 Juni) 212, sementara tahun 2024 sebanyak 138,” kata Nasrullah, Senin (17/6).

“Faktor heatstroke (serangan panas) memang ada. Sampai saat ini heatstroke menjadi penyebab secara langsung tidak ada, tetapi menjadi penyebab antara ada,” lanjutnya.