Tuntut Bonus di Olimpiade Musim Panas, Pengumpul Sampah Mogok di Paris

Internasional657 views

Inionline.id – Ratusan pekerja pengumpul sampah di Paris, Prancis menggelar aksi mogok pada Selasa (14/5), dua setengah bulan sebelum Kota Cahaya itu menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas.

Dilansir AFP, pekerja memperingatkan mereka akan melakukan aksi mogok selama musim panas. Hal itu meningkatkan kekhawatiran akan tumpukan sampah berbau busuk yang terpanggang di jalanan saat musim panas ketika gerombolan atlet dan wisatawan berdatangan ke Paris.

Serikat pekerja dan balai kota berbeda pendapat mengenai berapa banyak kolektor yang meninggalkan pekerjaannya pada Selasa kemarin.

Balai Kota Paris mengatakan 16 persen staf, atau seperenam pekerja, melakukan aksi mogok.

“Layanan pengumpulan barang tidak banyak terpengaruh hari ini,” ujar seorang pejabat balai kota kepada AFP, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Namun, cabang serikat pekerja CGT yang mewakili pekerja, memuji upaya mobilisasi yang “kuat”, dengan mengatakan bahwa 70-90 persen staf, bergantung pada distrik “arondisemen” di ibu kota, telah mengundurkan diri dari pekerjaannya.

CGT mengatakan sekitar 400 pekerja mogok pada Selasa pagi “menempati” gedung yang menampung departemen sumber daya manusia balai kota.

Balai Kota menyebutkan jumlahnya 100 dan mengatakan mereka telah berangkat pada tengah hari.

CGT sebelumnya memperingatkan pemogokan akan terjadi pada beberapa hari di bulan Mei. Aksi mogok kemudian akan berlanjut dari 1 Juli hingga 8 September.

Olimpiade Musim Panas akan berlangsung di Paris mulai 26 Juli hingga 11 Agustus, dan Paralimpiade mulai 28 Agustus hingga 8 September.

Para pekerja yang mogok menuntut tambahan 400 euro ($430) per bulan dan bonus satu kali sebesar 1.900 euro bagi mereka yang bekerja selama Olimpiade, ketika para pekerja biasanya mengambil cuti selama liburan musim panas.

Kantor walikota sebelumnya mengatakan kepada AFP bahwa mereka akan menolak bonus kolektor antara 600 dan 1.900 euro yang telah diumumkan bagi para pekerja yang berkontribusi pada upaya Olimpiade.

Walikota distrik ke-17 Paris Geoffroy Boulard┬ámengatakan aksi mogok itu “tidak bertanggung jawab”.

“Menyandera tidak hanya warga Paris tetapi juga wisatawan dan pengunjung juga merupakan serangan terhadap citra Prancis di dunia,” ujar Boulard.

Aksi mogok ini bukan pertama kali dilakukan para pekerja pengumpul sampah.

Pada Maret tahun lalu, pekerja mogok selama tiga pekan sebagai respons negatif terhadap reformasi pensiun Presiden Emmanuel Macron yang tidak populer. Aksi tersebut menyebabkan tumpukan sampah hingga 10 ribu ton di jalan-jalan Paris.