Ribuan Orang Hidup Tanpa Listrik, Dampak dari Banjir Mahakam Ulu Kaltim

Antar Daerah1357 views

Inionline.id – Akmal Malik Penjabat Gubernur Kalimantan Timur mengatakan listrik belum menyala setelah banjir melanda Mahakam Ulu (Mahulu) pekan ini. Ribuan orang menjalani hidup tanpa listrik.

Banjir melanda puluhan kampung yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, sejak Senin (13/5).

Akmal menyampaikan, berdasarkan hasil koordinasi dari PLN, di Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu terdapat 3.339 pelanggan dengan 1.350 di antaranya terdampak banjir dan saat ini belum ada listrik yang menyala.

Di Datah Bilang, dari 646 pelanggan, 540 pelanggan mengalami dampak serupa dan juga masih bertahan hidup tanpa listrik.

Sementara itu, lanjutnya, di Long Iram, dari 1.300 pelanggan, listrik telah kembali menyala untuk sekitar 540 pelanggan. Akmal Malik berharap dengan koordinasi yang telah dilakukan dengan PLN, listrik akan segera menyala kembali, terutama di Ujoh Bilang.

“Kerusakan infrastruktur PLN yang parah memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Saat ini, kebutuhan darurat untuk listrik mencapai sekitar 1.200 kilowatt,” kata Akmal dikutip Antara, Sabtu (18/5).

Akmal mengatakan infrastruktur dasar listrik untuk penanganan pascabanjir Mahakam Ulu akan segera dipulihkan.

“Prioritas utama adalah memulihkan layanan listrik dan memastikan ketersediaan kebutuhan pangan sehari-hari bagi masyarakat yang terdampak,” katanya.

Dia menyayangkan mesin milik Pemkab Mahulu yang berkapasitas 2.200 kilowatt tidak terkoneksi dengan jaringan PLN, sehingga tidak dapat dimanfaatkan untuk pemulihan.

Akmal bersama dengan Kapolda Kaltim dan Bupati Mahakam Ulu, berencana mengunjungi Mahakam Ulu untuk memastikan penanganan bencana dengan baik.

Akmal juga telah memerintahkan BPBD dan Dinas ESDM Kaltim agar menyiapkan bahan bakar yang dibutuhkan untuk mesin-mesin pembersih bekas banjir.

Ia berharap dukungan dari perusahaan besar yang beroperasi di Kaltim untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir.

“Prioritas bantuan logistik meliputi kebutuhan makan, air bersih, dan tenda. Sekitar 10 ribu paket sembako telah disiapkan untuk didistribusikan,” ucap Akmal.

Akmal mengeklaim penanganan banjir telah berjalan dengan baik dan bantuan mulai mengalir. Ia lantas melakukan pengecekan secara langsung di lapangan untuk menilai kerusakan dan memulihkan kondisi daerah yang terdampak.

Informasi terkini menunjukkan bahwa debit air dari sungai Long Apari mulai turun, namun proses pembersihan masih membutuhkan banyak relawan dan memakan waktu yang cukup lama.

Dengan menggunakan helikopter, rombongan yang dipimpin oleh Pj Gubernur Akmal Malik, termasuk Ketua DPRD Kaltim, Kapolda Kaltim, Bupati Mahakam Ulu, Karo Ops Polda Kaltim, dan Dansat Brimob Polda Kaltim, telah berangkat dari Balikpapan menuju Kabupaten Mahakam Ulu pada pukul 09.30 Wita.