Presiden Jokowi Minta Penduduk di Pulau Ruang Direlokasi dan Kosongkan Desa

Headline, Nasional1357 views

Inionline.id – Imbas erupsi Gunung Ruang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui dan menginstruksikan agar seluruh penduduk di Pulau Ruang direlokasi.

Muhadjir mengatakan sebanyak 301 Kepala Keluarga (KK) itu bakal dipindahkan ke Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Terkait persiapan lahan dan pendataan menurutnya akan disiapkan Gubernur Sulut.

“Beliau [Presiden Jokowi] menyetujui seluruh penduduk yang ada di Pulau Ruang yang jumlahnya sekitar 301 KK itu akan direlokasi,” kata Muhadjir usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (3/5).

Selain itu, Jokowi juga memerintahkan Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya untuk menyediakan lahan pertanian dan perkebunan untuk ratusan KK yang direlokasi tersebut.

Jokowi juga memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk segera melakukan pembangunan bangunan relokasi yang sesuai dengan standar dari kebencanaan. Dana pembangunan menurutnya akan dialokasikan dari dana siap pakai BNPB.

Muhadjir mengatakan Jokowi pun meminta kementerian/lembaga terkait untuk memastikan sekitar 12 ribu orang yang mengungsi di sekitar Gunung dan Pulau Ruang tidak ada yang terabaikan atau terlantar.

“Arahan dari bapak Presiden supaya penanganan pengungsi harus dilakukan sebaik-baiknya,” ujar Muhadjir.

Setelah kembali erupsi pada Selasa (30/4) lalu, saat ini aktivitas vulkanik dan kegempaan Gunung Ruang cenderung landai. Namun, PVMBG masih menyematkan status level IV atau awas untuk gunung api bertipe strato tersebut.

PVMBG meminta penduduk di sekitar Gunung Ruang tidak memasuki wilayah radius enam kilometer dari pusat kawah aktif Gunung Ruang.

Sedangkan penduduk yang bermukim di wilayah Pulau Tagulandang masuk dalam radius enam kilometer agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius enam kilometer.

Kemudian, penduduk di Pulau Tagulandang khususnya yang bermukim di dekat pantai agar mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas, dan tsunami akibat material erupsi yang masuk ke laut atau runtuhan tubuh gunung api ke dalam laut.

Bantuan untuk 4.700 pengungsi

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey memastikan bantuan logistik untuk warga Pulau Tagulandang yang terkena dampak erupsi Gunung Ruang akan diberikan tepat sasaran. Selain itu, dia mengatakan seluruh warga yang mengungsi telah terdata.

Bahkan, kata Olly, warga yang tidak berada di tempat pengungsian yang didirikan pemerintah tetap akan mendapatkan bantuan.

“Warga yang berada di Manado sudah terdata dengan baik, sehingga warga yang di Manado sementara di tampung di rumah-rumah kerabatnya tetap diberikan bantuan. Jadi tidak ada permasalahan tentang bantuan, kita sudah tangani dengan baik,” kata Olly di Kabupaten Sitaro, Jumat.

Olly menyebutkan akibat erupsi Gunung Ruang ini sebanyak 4.700 jiwa yang telah mengungsi ke tiga wilayah di Sulut.

“Data yang ada di Provinsi Sulut, bahwa dari warga Tagulandang ini yang sudah masuk Manado, Bitung, dan Minahasa Utara, kurang lebih 4.700 orang. Jadi bantuan tetap diberikan walaupun mereka tinggal di rumah keluarga,” ungkapnya.

Pemerintah Sulut telah mendirikan tempat pengungsian yang aman dari erupsi Gunung Ruang yang berada di Kota Manado, Bitung dan Minahasa Utara.

“Kita melihat Gunung Ruang ini dalam waktu sangat singkat, erupsi pertama dan erupsi kedua. Ini sangat mengkhawatirkan jika mereka tidak mengungsi ke Kota Manado,” tuturnya.

Sementara ini, kata Olly, BPBD Sulut masih menghitung jumlah rumah warga yang terdampak erupsi Gunung Ruang baik yang mengalami rusak berat, sedang dan rusak ringan.