Pasar Sayur Palestina di Ramallah Tepi Barat Diserang Israel

Internasional757 views

Inionline.id – Israel menyerbu pasar pusat sayuran di Ramallah, Tepi Barat, Palestina, pada Kamis (30/5) hingga menghancurkan puluhan toko warga dan menyebabkan kerugian jutaan shekel.

Pasukan Israel menyerbu Ramallah pada Kamis dini hari, menembakkan peluru tajam, granat setrum, hingga gas air mata ke daerah permukiman dan pasar lokal Al Hisbah.

Gerobak kayu terbakar dan api menyebar ke seluruh pasar serta bangunan komersial di dekatnya. Satu orang terluka dan sekitar 100 kios serta toko rusak hingga hangus terbakar, menurut Wali Kota Al Bireh, Robin Al Khatib.

“Di lantai tersebut terdapat ratusan tempat komersial yang menjual pakaian, mainan dan sepatu, yang semuanya berdekatan satu sama lain, sehingga memudahkan api untuk menyebar,” kata salah satu pemilik kios di kompleks komersial Al Maliki, Musa Murbou, kepada Middle East Eye.

Menurut Murbou, api menghanguskan tanah, lantai satu dan dua kompleks yang berdekatan dengan pasar sayur tersebut.

“Saya tidak tahu harus berbuat apa. Segalanya seperti mimpi buruk dan saya tidak percaya apa yang terjadi. Pekerjaan saya selama bertahun-tahun hilang dalam sekejap.”

Sedikitnya 34 pedagang terkena dampak kebakaran di kompleks Maliki dan ratusan lainnya di pasar sayur.

Muhannad Adwa, pemilik toko pakaian dan sepatu, mengatakan kerugiannya mencapai 350.000 shekel ($94.000).

Toko tersebut menghidupi keluarganya yang beranggotakan enam orang dan keluarga saudara laki-lakinya yang beranggotakan tujuh orang, dan dia telah bekerja di sana selama 17 tahun.

“Kami sudah menyiapkan dan membeli barang-barang Idul Fitri dan belum mengaturnya, namun api menghanguskan semuanya,” katanya, mengacu pada hari raya Idul Adha yang akan datang.

Ketika Adwa mendengar tentang kebakaran tersebut, dia dan saudaranya mencoba mencapai daerah tersebut, namun dihadang oleh pasukan Israel, yang mencegah siapa pun mendekat.

“Saat kami akhirnya berhasil, apinya sangat besar dan menghanguskan segalanya. Kami tidak bisa berdiri di depannya, kami hanya berdiri tak berdaya.”

Menurut Al Khatib, pasukan Israel melarang petugas pemadam kebakaran mengakses pasar selama hampir satu jam, sehingga api menyebar luas.

Petugas pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan api di lantai dasar pada sore hari, kata Murbou.

Seorang koresponden Al Jazeera di lokasi kejadian melaporkan bahwa bagi banyak pedagang di pasar, kios mereka adalah satu-satunya sumber pendapatan mereka.

Serangan ke pasar ini bagian dari gelombang serangan Israel yang dilakukan pasukan Israel di seluruh Tepi Barat ketika agresi Tel Aviv juga makin brutal ke Jalur Gaza.

Per Jumat, jumlah korban tewas agresi brutal Israel ke Gaza telah mencapai lebih dari 36.000 orang yang sebagian besar merupakan anak-anak dan perempuan. Sementara itu, sekitar 81.136 warga Palestina terluka sejak Israel membombardir Gaza 7 Oktober lalu imbas serangan Hamas ke wilayahnya.