Kemungkinan Jadi Penasihat Prabowo, Jokowi Buka Suara

Berita557 views

Inionline.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons isu yang menyebutkan namanya potensial masuk sebagai penasihat Presiden terpilih Prabowo Subianto melalui pembentukan Dewan Pertimbangan Agung (DPA).

Jokowi tak menampik atau membenarkan secara langsung. Ia hanya mengingatkan bahwa dirinya masih menjabat sebagai Presiden RI hingga Oktober 2024 nanti.

“Ini saya itu masih jadi Presiden sampai enam bulan lagi lho, masih presiden sekarang ini,” kata Jokowi usai meninjau RSUD Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa (14/5).

Jokowi pun heran lantaran pertanyaan dan isu tersebut dilontarkan saat ini.

“Sekarang masih bekerja sampai sekarang ini ditanyakan begitu,” imbuhnya.

Belakangan, Presiden Jokowi dianggap memungkinkan untuk menjadi penasihat Prabowo Subianto melalui pengaktifan kembali lembaga DPA.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan saat ini semua lembaga tengah dikaji, termasuk DPA.

Adapun pembicaraan terkait DPA juga mencuat usai Ketua MPR Bambang Soesatyo melempar usul untuk melembagakan presidential club gagasan Prabowo Subianto dalam bentuk DPA. Nantinya komposisi DPA itu akan diisi oleh mantan presiden dan wakil presiden RI yang masih hidup.

Adapun DPA merupakan lembaga tinggi negara sebelum akhirnya dibubarkan pada masa reformasi 1998 silam.

Pembubaran DPA itu bersamaan dengan dihapuskannya Bab IV soal DPA di UUD NRI 1945 lewat amendemen keempat pada Agustus 2002 silam.

Sebelum dibubarkan, DPA berkewajiban memberikan jawaban atas pertanyaan presiden serta berhak mengajukan usul ke pemerintah.