Istana Buka Suara Soal Warga Muna Luka Imbas Angin Helikopter Jokowi

Berita857 views

Inionline.id – Istana membenarkan terdapat warga Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara terluka usai terkena dahan pohon patah saat helikopter Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mendarat di helipad alun-alun kota Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Senin (13/5) lalu.

Plt Deputi Protokol dan Pers Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana mengatakan sementara ini tercatat ada seorang warga yang mengalami luka-luka akibat insiden itu.

Korban luka itu adalah Rezky Indah Permatasari (32). Ia tertimpa dahan pohon dan mengalami luka robek di kepala, sehingga harus dirawat. Korban itu pun dirawat dengan 10 jahitan di kepala. Saat ini, Rezky rawat inap di ruang Resusitasi IGD RSUD dr Baharudin Kabupaten Muna.

“Sekretariat Presiden memberikan atensi dan perawatan serta bantuan kepada para korban, baik masyarakat maupun petugas pengamanan Satpol PP,” kata Yusuf saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (15/5).

Sebelumnya dilaporkan dalam kunker ke Kabupaten Muna, kedatangan helikopter Jokowi membuat luka sejumlah orang karena hempasan angin baling-baling.

Peristiwa itu terjadi ketika Jokowi berkunjung ke Kelurahan Butung-butung, Kecamatan Katobu, Muna. Hempasan angin helikopter Jokowi berdampak sebuah pohon tumbang, dan menimpa tujuh warga kala itu.

Para korban tersebut mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSUD La Ode Baharuddin Muna.

Rezki (35) dan anaknya, Renggani (3) masih tetap dirawat di RSUD La Ode, ketika per Selasa (14/5) lalu lima korban lainnya sudah diperbolehkan pulang.

“Tertindih pohon yang roboh saat lihat heli Pak Jokowi datang. Kena di bagian kepalanya,” kata Erwin, suami korban pada  Selasa (14/5).

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Muna, Bachrun memastikan pemda akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban.

“Semua pemda yang akan biayai pengobatannya dan juga memberikan santunan,” kata Bahrun usai menjenguk kedua korban.

Bantuan istana

Dikonfirmasi hari ini, Yusuf mengatakan Rezky akan mendapatkan bantuan sebesar Rp10 juta usai mengalami luka berat, termasuk juga mendapatkan tiga paket sembako. Adapun untuk kemungkinan korban lainnya, pihak Istana menurutnya masih terus melakukan pendataan.

“Kami masih data,” imbuhnya.

Selain korban akibat angin helikopter Presiden, Yusuf juga merinci tiga korban lainnya yang sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat usai pingsan berdesakan selama aktivitas Presiden Jokowi di Kabupaten Muna.

Pertama, Kheisya (15) yang pingsan di depan SMP 1 Raha saat menyambut Presiden Jokowi. Kheisya memiliki riwayat sesak nafas sehingga saat ini masih harus diobservasi oleh dokter jaga IGD dan direkomendasikan rawat jalan.

“Korban mengalami sesak nafas dikarenakan berdesak-desakan ingin menyambut Presiden,” jelas Yusuf.

Kedua, Salsabila (14) yang juga pingsan sesak nafas saat berdesakan di Bulog Kabupaten Muna. Senada, Salsabila kini masih harus observasi di IGD lantaran masih merasakan pusing.

Ketiga, Mahdiah Safitri (21) yang merupakan petugas Satpol PP Kabupaten Muna. Mahdiah mengalami sesak nafas saat pengamanan di pasar Launa.

“Korban mengalami sesak nafas karena berdesak-desakan dalam rangka mengamankan kunjungan kerja Presiden di pasar Laeno, Kabupaten Muna,” jelasnya.

Adapun sebagai bentuk atensi pemerintah, baik Kheisya, Salsabila, dan Mahdiah mendapatkan masing-masing Rp5 juta dan juga masing-masing tiga paket sembako.

“Sampai saat ini, kami terus memantau perkembangan saudara-saudara kita tersebut,” ujar Yusuf.